Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi konsumsi listrik di Semester I-2025 sudah mendekati target tembus 98,9 persen mencapai 1.448 killowatt hour (kWh).
Realisasi tersebut mendekati target konsumsi listrik yang ditetapkan pemerintah di sepanjang tahun 2025 mencapai 1.464 kWh.
”Realisasi konsumsi listrik per kapita telah mencapai 1.448 kWh atau 98,9 persen dari target sebesar 1.464 kWh,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di kantornya, Senin (11/8).
Lebih lanjut dia menyampaikan, dari subsektor kelistrikan, kapasitas terpasang pembangkit listrik tumbuh signifikan dengan peningkatan sebesar 4,4 Gigawatt (GW) pada semester 1 tahun 2025, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Adapun sebesar 876,5 Megawatt (MW) di antaranya dari pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
”Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap listrik dan juga mendorong pembangunan ekonomi,” lanjut Bahlil.
Sementara itu, PT PLN (Persero) sendiri membukukan penjualan listrik sebesar 155,62 Terawatt hour (TWh) sepanjang Semester I-2025. Penjualan ini tumbuh 4,36 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang mencapai 149,11 TWh.
Dengan perolehan konsumsi listrik tersebut, PLN berhasil mencetak laba periode berjalan senilai Rp6,64 triliun sepanjang Semester I-2025. Perolehan laba tersebut melesat 32,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar R 5 triliun.
Secara rinci, PLN mencatat sektor rumah tangga menjadi kontributor utama penjualan listrik, dengan konsumsi mencapai 67,14 TWh pada Semester I-2025. Jumlah tersebut tumbuh 5,13 persen (yoy) atau meningkat 3,27 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan menyumbang 43,14 persen dari total penjualan listrik nasional. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY