Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, membuat kontroversi jelang pertemuan penting dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Alaska pada Jumat (15/8) mendatang. Trump mengaku hanya butuh dua menit untuk tahu kesepakatan bisa tercapai atau tidak. Bahkan, dia siap meninggalkan meja perundingan jika dianggap tak menguntungkan.
“Kalau tidak cocok, saya tinggal bilang good luck, dan selesai,” ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih Selasa (12/8).
Bukan hanya itu. Trump menyebut akan membuka wacana soal pertukaran wilayah. Meski, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah menegaskan konstitusi negaranya melarang pemberian wilayah ke pihak penyerang.
Yang mengejutkan, Trump juga sempat mengatakan akan pergi ke Rusia untuk bertemu Putin. Padahal, pertemuan tersebut sebenarnya dijadwalkan berlangsung di Alaska. Wilayah yang sudah menjadi milik AS sejak dibeli dari Rusia pada 1867.
Ucapan Trump tentang wilayah baru turut dikaitkan dengan presentasi Letnan Kolonel Jeffery M. Fritz, komandan Operasi Khusus Angkatan Darat AS (USASOC), di portal Breaking Defense, tentang upaya Negeri Paman Sam mendapatkan Kepulauan Commander.
Rangkaian pulau persimpangan Samudra Pasifik dan Laut Bering itu dianggap strategis karena AS dapat memantau, melacak, dan mencegah aktivitas kapal selam yang memasuki cekungan Arktik. Persaingan geopolitik dengan Tiongkok juga berpengaruh karena perebutan kawasan Arktik menjadi suatu keharusan bagi kekuatan global. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO