Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ganda putra Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri mendapat masukan saat tampil Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis (BWF World Championships) di Adidas Arena, Paris, 25–31 Agustus nanti.
Mantan pemain ganda putra Indonesia Luluk Hadiyanto menilai Fajar/Fikri memiliki beberapa keunggulan, tetapi ada PR (pekerjaan rumah) yang bisa dibenahi. Yaitu mengantisipasi permainan di area belakang.
Ketika Fajar/Fikri memutus dahaga gelar Indonesia dengan juara di China Open akhir Juli lalu, Luluk mengakui kedua pemain punya keunggulan permainan di depan net. Fajar/Fikri memang identik sebagai playmaker alias pemain depan.
”Kita tahu bahwa Fajar, ketika berpasangan dengan Rian (Ardianto), antisipasinya di depan juga bagus. Begitu juga Fikri yang bagus di depan (dengan pasangan aslinya Bagas Maulana, red). Artinya, mereka mendapatkan poin kebanyakan dari sisi depan semua,” tutur Luluk.
Hanya, gaya main Fajar/Fikri tentu bakal dipelajari lawan sehingga mereka harus siap dengan perubahan ketika lawan mengajak bermain di belakang.
”Artinya perlu memperkuat sisi belakangnya,” ucap Luluk.
Meski, ketika di belakang pun, Fajar/Fikri dianggap Luluk juga cerdik untuk memancing lawan supaya bisa kembali bertarung di sisi depan.
Luluk melanjutkan, salah satu faktor yang membuat performa Fajar/Fikri bisa melesat adalah penyegaran. Dari pengalaman Luluk, ketika bertandem dengan pemain yang bukan partner asli, beban biasanya berkurang. Nilai plus lainnya Fajar/Fikri di mata Luluk adalah jarang membuat kesalahan sendiri. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG