Buka konten ini

Realisasi investasi di Kepulauan Riau terus menanjak. Hingga triwulan kedua 2025, total investasi yang masuk dari dalam maupun luar negeri telah mencapai Rp29 triliun, atau sekitar 80 persen dari target tahunan sebesar Rp36 triliun.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan, sektor industri menjadi penyumbang terbesar arus modal ke daerah ini. Industri mampu menyerap investasi dalam skala besar, disusul sektor properti mulai dari pembangunan perumahan hingga properti penunjang industri pariwisata. “Kita optimistis bisa memenuhi target investasi tahun 2025. Pada triwulan dua telah mencapai Rp29 triliun,” kata Ansar, Senin (11/8).
Batam, menurut Ansar, masih menjadi magnet utama investor. Letaknya yang strategis, berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, membuat kota ini unggul dalam menarik modal. Sementara itu, Bintan memiliki daya tarik kuat di sektor pariwisata, sedangkan Karimun menyimpan potensi besar di industri galangan kapal.
Wilayah lain seperti Tanjungpinang, Lingga, Anambas, dan Natuna pun tak kalah prospektif. Potensi investasi di sana meliputi pariwisata bahari, perikanan, hingga pertambangan.
“Pemprov Kepri akan terus mencari investasi karena menjadi roda penggerak ekonomi daerah dan nasional, sekaligus membuka lapangan kerja baru,’’ ujar Ansar.
Sebagai langkah konkret, pemerintah provinsi telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi. Aturan ini memungkinkan pemerintah memberikan insentif fiskal maupun nonfiskal kepada investor, termasuk jaminan kepastian hukum. “Setelah itu, kita akan susun insentif dalam bentuk apa yang diberikan kepada para investor,” ucapnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO