Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Setelah hampir dua pekan dilanda terik menyengat, hujan akhirnya turun membasahi Kepulauan Anambas, Senin (11/8). Guyuran air dari langit ini disambut gembira warga, terutama di tengah krisis air yang mendera beberapa pekan terakhir.
Suhu udara pun terasa lebih sejuk. Banyak warga segera menaruh ember, baskom, hingga tong air di halaman rumah untuk menampung air hujanpersediaan berharga untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah hujan turun. Tadi saya sudah di perairan Durai mau melaut cari ikan, tapi karena hujan lebat disertai angin kencang, terpaksa putar balik ke Tarempa Barat,” kata Edho, nelayan setempat.
Menurut Edho, hujan membuat aktivitas melaut berisiko, terutama bagi nelayan tradisional dengan perahu kecil. Namun ia tetap bersyukur. “Dua minggu ini panas terus, sampai sering ada kebakaran. Semoga hujan bertahan tiga hari ke depan,” ujarnya.
Dari Stasiun Meteorologi BMKG Tarempa, prakirawan Jumiati Marbun memprediksi hujan masih akan mengguyur Anambas hingga Senin (18/8). Tinggi gelombang laut diperkirakan 0,52,5 meter. Ia mengimbau nelayan berhati-hati. “Jika cuaca tidak mendukung, sebaiknya menunda keberangkatan. Kalau tetap melaut, jangan sendirian dan bawa teman demi keselamatan,” tutur Jumiati. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO