Buka konten ini
BATAM (BP) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menyatakan kesiapan mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menjadikan Pulau Galang sebagai pusat pengobatan bagi 2.000 warga Palestina korban konflik di Gaza. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepri, Hendri Kurniadi.
Menurutnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mendukung penuh langkah pemerintah pusat, asalkan pelaksanaannya mengacu pada petunjuk teknis dari kementerian terkait.
Mengingat yang akan ditampung adalah warga negara asing, penanganannya harus melibatkan lembaga dan kementerian khusus yang kompeten di bidang tersebut.
“Prinsipnya, Pak Gubernur mendukung karena ini program kemanusiaan atas perintah Presiden. Tapi tentu tetap menunggu arahan teknis dari pusat. Karena ini bukan warga kita, melainkan orang asing,” kata Hendri, Jumat (8/8).
Pemprov Kepri akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung pelaksanaan program ini, di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos), dengan memanfaatkan pengalaman penanganan masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.
“Kami punya pengalaman dari penanganan Covid-19 di RSKI Galang. Jadi, kalau nanti petunjuk teknis turun, OPD kami sudah cukup siap untuk bergerak,” ujarnya.
Namun demikian, sejumlah hal teknis masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat, termasuk durasi perawatan warga Gaza di Pulau Galang, fasilitas pendukung yang harus disiapkan, hingga mekanisme pemulangan setelah masa perawatan selesai.
“Siapa penanggung jawab di daerah juga belum ditetapkan. Ini masih dibahas. Karena ini menyangkut warga luar negeri, tentu ada perlakuan khusus,” jelas Hendri.
Ia menambahkan, Pemprov Kepri akan mengintensifkan koordinasi lintas OPD dan siap menjalankan apa pun yang menjadi arahan pemerintah pusat demi kelancaran program kemanusiaan tersebut.
Sebelum rencana ini mencuat, Pemprov Kepri telah lebih dahulu menggelar kegiatan penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang diinisiasi oleh pemerintah provinsi dan diikuti seluruh OPD.
“Kami sudah duluan membantu lewat penggalangan dana. Jadi, semangat kemanusiaan ini memang sudah kami jaga sejak awal,” katanya.
Terkait kemungkinan resistensi masyarakat, kata Hendri, hingga saat ini belum ada penolakan. Pihaknya akan tetap melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan program ini berjalan aman dan lancar.
“Sejauh ini tidak ada penolakan dari masyarakat. Kami tetap pantau terus. Intinya, semangat kita sama, memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan berbagai cara, termasuk memberi bantuan pengobatan di sini,” ujarnya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG