Buka konten ini
BATAM (BP) – Geliat industri galangan kapal di Batam terus terjaga meski belum menunjukkan lonjakan signifikan. Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepulauan Riau (Kepri) menilai, peluang kebangkitan terbuka lebar seiring keikutsertaan mereka dalam ajang bergengsi The 8th Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2025 yang resmi dibuka di Radisson Golf & Convention Center Batam, Rabu (6/8).
Kehadiran Iperindo Kepri di pameran ini menjadi upaya strategis memperkenalkan potensi galangan kapal Batam ke pasar internasional.
Ketua Iperindo Kepri, Ali Ulai, melalui Sekretaris Iperindo Kepri, Tia, mengungkapkan bahwa pihaknya mengerahkan lima anggota sebagai peserta aktif dan tujuh anggota sebagai pendukung.
“IMOX adalah ajang strategis untuk memperkenalkan industri galangan kapal dan lepas pantai Batam kepada pasar global. Peserta datang dari berbagai negara, sehingga peluang kolaborasi dan kontrak baru terbuka lebar,” ujar Tia.
Tia menambahkan, meski pada semester pertama tahun ini industri galangan kapal di Batam belum menunjukkan peningkatan signifikan, karena mayoritas perusahaan masih menyelesaikan order lama—pihaknya berharap IMOX 2025 bisa menjadi pemicu masuknya pesanan baru.
“Galangan selalu siap menerima proyek, tapi belum banyak yang masuk. Kami berharap pameran ini memberi dampak langsung,” katanya.
Seremoni pembukaan IMOX 2025 berlangsung meriah, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Harris Pratamura, didampingi jajaran pejabat pusat dan daerah. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menambah bobot acara dan menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap perkembangan sektor maritim nasional.
Deputi Pelayanan Umum yang mewakili kepala BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut Batam menyumbang lebih dari 60 persen kapasitas produksi galangan kapal nasional dengan 135 shipyard yang aktif.
“Batam adalah kontributor utama ekspor komponen dan jasa maritim ke Asia dan Timur Tengah,” tegasnya. Hal ini sekaligus menunjukkan posisi strategis Batam dalam rantai pasok industri maritim global.
Bagi Iperindo Kepri, ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan panggung untuk memamerkan kualitas, inovasi, dan kapasitas produksi industri galangan kapal lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Batam memiliki keunggulan kompetitif dalam membangun kapal dan fasilitas lepas pantai, baik dari segi teknologi maupun tenaga kerja terampil,” jelas Tia.
Selain menampilkan pameran stan, IMOX 2025 juga menghadirkan sesi diskusi, pertemuan bisnis, dan kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas industri maritim di Batam.
Kesempatan ini dimanfaatkan anggota Iperindo untuk mempresentasikan portofolio proyek, memperluas jejaring, serta membidik calon mitra dari dalam dan luar negeri.
Dengan mengusung tema Indonesia’s Maritime Engine: Advancing Shipbuilding & Offshore Excellence from Batam, IMOX 2025 diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan industri maritim nasional.
Iperindo Kepri optimistis momentum ini akan mempercepat pemulihan dan pertumbuhan sektor galangan kapal di Batam, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa Batam siap menjadi pusat pengem-bangan industri alih kapal terkemuka di Indonesia. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG