Buka konten ini

BEIJING (BP) – Banjir bandang dan longsor melanda Provinsi Gansu, Tiongkok barat laut, Jumat (8/8). Dilansir dari channelnewsasia.com, akbiat bencana tersebut, sedikitnya sepuluh orang tewas, sementara 33 lainnya masih hilang. Bencana ini menambah daftar panjang cuaca ekstrem mematikan yang menghantam negeri Tirai Bambu.
Musim panas di Tiongkok memang kerap diwarnai bencana. Sebagian wilayah diguyur hujan lebat, sementara daerah lain terpanggang terik. Presiden Xi Jinping memerintahkan upaya maksimal untuk mencari dan menyelamatkan korban. Xi juga mengingatkan seluruh daerah agar menghilangkan rasa puas diri dan memperkuat langkah identifikasi risiko di tengah maraknya cuaca ekstrem.
Peringatan darurat tingkat tertinggi sempat dikeluarkan pemerintah daerah pada malam sebelumnya.
Video yang dibagikan People s Daily memperlihatkan belasan petugas penyelamat berpegangan tali menerobos arus lumpur. Foto dari pemerintah Gansu menunjukkan jalan-jalan tertutup lumpur dan bongkahan batu besar.
Di kawasan pegunungan Xinglong, 4.000 warga terjebak. Hujan juga menyeret tumpukan sampah ke jalan-jalan. Tiga orang dilaporkan hilang akibat longsor di Desa Maliantan. Rekaman video otoritas pemadam kebakaran menunjukkan warga dituntun melewati arus air keruh yang deras.
Pemerintah pusat menggelontorkan dana bantuan bencana sebesar 100 juta yuan untuk Gansu. Otoritas cuaca memperkirakan hujan masih akan mengguyur beberapa wilayah, termasuk sekitar Sungai Kuning, sungai terpanjang kedua di Tiongkok.
Longsor di Guangdong
Bencana juga melanda selatan Tiongkok. Hujan deras pekan ini memicu longsor di Provinsi Guangdong. Tujuh orang yang sempat hilang ditemukan tewas.
Puluhan ribu warga di Guangdong dievakuasi setelah permukiman dan pertokoan terendam. Pemerintah pusat menyalurkan dana pemulihan sebesar 100 juta yuan, menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional.
Bulan lalu, hujan lebat di Beijing utara menewaskan 44 orang, terutama di daerah pinggiran. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MOHAMMAD TAHANG