Buka konten ini

LINGGA (BP) – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lingga masa bakti 2025-2030 resmi dikukuhkan. Prosesi pengukuhan berlangsung di Pantai Armifa, Kecamatan Lingga, Selasa (5/8), dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta perwakilan dari PGRI Provinsi Kepulauan Riau.
Kehadiran lengkap seluruh pengurus baru menandai semangat baru dalam perjalanan organisasi profesi guru tertua dan terbesar di Indonesia itu di Bunda Tanah Melayu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, menegaskan bahwa PGRI memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah.
PGRI harus mampu menjawab tantangan zaman. Guru bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga pilar pembangunan daerah. “Kolaborasi antara PGRI dan pemerintah menjadi kunci untuk memajukan sistem pendidikan di Kabupaten Lingga,’’ ujar Armia, Rabu (6/8).
Ia juga menekankan bahwa keberadaan PGRI tidak boleh sekadar simbolis. Para pengurus yang baru dilantik diminta menghadirkan inovasi, memperkuat solidaritas antaranggota, serta memperjuangkan kesejahteraan dan profesionalisme guru.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks seperti tuntutan profesionalisme di satu sisi, dan benturan regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Anak di sisi lainpara pendidik dituntut tetap menjaga integritas dan semangat pengabdian.
Hal ini menjadi dilema tersendiri bagi para guru, terutama saat menjalankan fungsi edukatif yang kadang terbentur batasan hukum. Namun, profesionalisme dan kemampuan adaptif menjadi modal utama yang harus dimiliki setiap tenaga pendidik.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lingga, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Camat Lingga, serta tamu undangan lainnya.
Momentum ini diharapkan menjadi titik tolak bagi pengurus PGRI Lingga untuk menguatkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO