Buka konten ini

Anambas (BP) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kepulauan Anambas menaruh perhatian serius terhadap kondisi ekonomi daerah yang tengah terseok. Sebagai bentuk solusi konkret, Kadin mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk terlibat dalam rantai pasok industri minyak dan gas (migas) yang beroperasi di wilayah tersebut.
Ketua Kadin Anambas, Reymon, menyebut pihaknya tengah berupaya menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan migas agar bersedia memberdayakan UMKM lokal sebagai pemasok kebutuhan operasional mereka. “UMKM kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan mereka agar mampu memenuhi standar kebutuhan perusahaan migas,’’ ujar Reymon, Rabu (6/8).
Sebagai langkah awal, Kadin menggandeng SKK Migas untuk memberikan pelatihan Career Development Programme (CDP) bagi pelaku UMKM. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha kecil agar selaras dengan kebutuhan industri migas yang menuntut profesionalisme dan efisiensi.
Tak hanya itu, Kadin juga akan mendorong UMKM Anambas untuk didaftarkan ke dalam sistem Centralized Integrated Vendor Database (CIVD), yakni platform resmi SKK Migas yang digunakan untuk menjaring vendor atau penyedia barang dan jasa.
“Dengan masuk ke CIVD, UMKM kita akan punya akses dan peluang yang sama untuk menjadi mitra resmi perusahaan migas,’’ jelas Reymon. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO