Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Warga RW 16 Kelurahan Tanjungriau, Marina, Sekupang, mendesak pemerintah segera membangun jalan khusus menuju SDN 013 Sekupang. Selama ini, akses ke sekolah hanya mengandalkan jalan lingkungan milik perumahan yang rusak dan tak layak dilintasi ratusan siswa setiap hari.
Ketua RW 16, Bambang, mengatakan sejak sekolah itu berdiri, siswa harus melintasi jalan sempit dan berlubang yang berada di kawasan perumahan. Padahal, kata dia, lahan untuk pembangunan jalan alternatif sebenarnya sudah tersedia di batas antara Perumahan Victoria dan Citra Renggali.
“Jalan yang sekarang dipakai bukan jalan umum, tapi milik perumahan dan sudah rusak parah. Kami minta segera dibangun jalan khusus. Lahannya ada, tinggal dimanfaatkan,” ujarnya saat menghadiri pertemuan warga dengan salah satu anggota DPRD Batam belum lama ini.
Kepala SDN 013 Sekupang, Musarman, mengaku pihak sekolah sudah menyampaikan permohonan serupa ke Dinas Pendidikan Kota Batam. Ia berharap aspirasi itu diteruskan ke dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Permohonan pembangunan jalan khusus dan perbaikan jembatan sudah kami teruskan. Kami mohon perhatian, karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan siswa,” katanya.
Masalah lain yang dikeluhkan adalah jembatan darurat yang digunakan siswa untuk menyeberang ke area sekolah. Menurut Martin, salah satu orang tua siswa, jembatan itu terlalu tinggi, tanpa atap, dan minim pengaman.
“Kalau hujan, anak-anak basah kuyup. Jembatannya tinggi dan rawan. Bisa saja anak-anak memanjat bagian samping karena tak ada pembatas. Sangat membahayakan,” ujarnya.
Martin menambahkan, jembatan itu menghubungkan akses dari depan Perumahan Citra Renggali ke halaman sekolah, dan digunakan oleh ratusan siswa setiap hari. Ia berharap pemerintah membangun jembatan permanen yang aman, beratap, dan memiliki pagar pelindung di kedua sisi.
Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, membenarkan persoalan tersebut telah lama disuarakan oleh warga dan pihak sekolah. Ia mengatakan, keluhan itu sudah disampaikan ke sejumlah pejabat dinas terkait.
“Sudah kami sampaikan ke beberapa kabid. Katanya pembangunan jalan baru butuh biaya besar karena harus dibangun batumiring dan konstruksi lainnya. Tapi kami harap ada solusi jangka pendek, seperti perbaikan jalan yang sekarang dulu,” jelas Syamsuddin.
Warga berharap, aspirasi ini tidak lagi sekadar jadi catatan. Mengingat ini menyangkut akses pendidikan bagi anak-anak, mereka meminta agar pemerintah menempatkan persoalan ini sebagai prioritas utama. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK