Buka konten ini


BATAM (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik percaloan dalam dunia kerja yang hingga kini masih marak terjadi di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikannya dalam pelaksanaan Job Fair Kota Batam 2025 yang digelar di Universitas Putera Batam, Selasa (5/8).
Menurut Amsakar, agenda job fair yang kini rutin dise-lenggarakan Pemko Batam melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) merupakan langkah konkret dalam menciptakan proses rekrutmen yang lebih transparan dan adil bagi seluruh pencari kerja.
“Kita ingin menghindari calo lowongan kerja maupun bentuk penipuan lainnya. Karena itu, kita upayakan proses ini dilakukan secara fair, adil, dan terbuka,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pencari kerja memiliki hak untuk mendapatkan pekerjaan sesuai kemampuan dan keahlian mereka, tanpa harus melalui pihak-pihak yang mengambil keuntungan secara tidak sah.
“Pencaker berhak mendapatkan pekerjaan yang adil dan transparan sesuai dengan skill yang dibutuhkan,” kata Amsakar.
Pemerintah Kota Batam juga mendorong agar ke depan, setiap proses rekrutmen tenaga kerja—baik melalui job fair maupun jalur mandiri perusahaan—harus dilaporkan kepada Disnaker. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan dan memastikan para pekerja mendapatkan hak-haknya, termasuk jaminan sosial dan kesehatan.
“Amanah ini yang kita upayakan dalam bentuk job fair ini. Selain mempertemukan pencaker dan perusahaan, kita juga ingin menjamin prosesnya berjalan sesuai aturan dan menghindari praktik tak sehat di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amsakar meminta perusahaan agar lebih fleksibel dalam menilai pelamar kerja. Ia mengimbau agar perusahaan tidak terlalu kaku terhadap kualifikasi, terutama jika pelamar memiliki potensi dan mendekati kriteria yang dibutuhkan.
“Kita minta perusahaan juga mempertimbangkan para pencaker yang mendekati kualifikasi. Jangan langsung ditolak, lihat juga semangat dan kemampuannya untuk berkembang,” tambahnya.
Dengan pendekatan ini, Amsakar berharap angka pengangguran di Batam dapat ditekan, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem rekrutmen kerja semakin meningkat. Pemerintah berkomitmen menjaga ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, adil, dan bebas dari praktik percaloan yang merugikan banyak pihak. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG