Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Kinerja perekonomian Indonesia di kuartal II 2025 masih ditopang oleh konsumsi masyarakat. Secara kuartalan, produk domestik bruto (PDB) naik 4,04 persen. Sementara secara year-on-year (YoY) meningkat 5,12 persen.
“Sedangkan sepanjang semester I 2025, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen,” kata Deputi bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh. Edy Mahmud di Jakarta kemarin (5/8).
Dari sisi lapangan usaha, kontribusi terbesar terhadap PDB, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Total kelima lapangan usaha tersebut mencapai sekitar 63,59 persen. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya yang tumbuh 11,31 persen.
BPS mencatat industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar sebanyak 1,13 persen.
“Lebih rinci terkait industri pengolahan, ditopang oleh industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,15 persen. Didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. Seperti produk crude palm oil (CPO), minyak goreng, dan lainnya,” tuturnya.
Dari komponen pengeluaran, Edy menyebutkan bahwa yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga. Sumbangannya mencapai 54,25 persen.
“Pada kuartal II 2025, komponen ini tumbuh cukup kuat, yakni sebesar 4,97 persen. Hal ini mengindikasikan masih kuatnya permintaan domestik,” ungkapnya.
Kenaikan PDRB Jatim Lampaui Nasional
Sementara itu, kinerja ekonomi Jawa Timur selama kuartal II 2025 cukup menggembirakan. Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli menyebut PDRB tiga bulan kedua berhasil tumbuh di atas level nasional yakni 5,23 persen YoY.
“Petumbuhan ekonomi Jatim terjadi di hampir semua sektor lapangan usaha . Hanya sektor administrasi pemerintahan yang terkontraksi 2,11 persen. Bahkan, kontributor nomor satu, sektor industri pengolahan, berhasil tumbuh 7,39 persen,” paparnya.
Dari sisi pengeluaran, lanjut dia, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyokong dengan sumbangan 60,36 persen. Pertumbuhannya mencapai 4,98 persen. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO