Buka konten ini

BATAM (BP) – Otak manusia secara alami punya kecenderungan sugestif untuk menerima informasi yang masuk. Karakteristik ini dulunya sangat membantu manusia purba untuk belajar, bekerja sama, dan membangun komunitas. Namun, di era modern ini, sifat sugestif otak bisa menjadi bumerang.
Karakteristik ini membuat kita rentan terhadap manipulasi informasi dari berbagai pihak. Melansir dari Geediting.com Senin (4/8), kecenderungan ini dimanfaatkan oleh para pembuat konten, pengiklan, atau politisi.
Mereka memakai cara-cara khusus untuk melewati logika berpikir kita yang kritis.
Berikut adalah lima alasan mengapa kita mudah percaya pada setiap informasi:
1. Sikap Sugestif Otak Alami
Otak kita secara alami terprogram untuk menjadi mudah menerima saran. Ini membantu manusia menyerap pola perilaku baru secara cepat. Kita bisa menghemat energi mental dengan tidak mengevaluasi setiap informasi dari awal.
2. Repetisi dan Konfirmasi Bias
Otak cenderung mempercayai hal-hal yang sering diulang-ulang dengan penuh keyakinan. Kita juga lebih mudah percaya pada informasi yang sesuai dengan keyakinan yang sudah ada. Fenomena ini disebut bias konfirmasi.
3. Daya Tarik Emosional yang Kuat
Penyebar informasi sering menggunakan daya tarik emosional untuk memotong logika. Mereka menggunakan slogan kuat dan kata-kata yang memicu emosi. Ini membuat kita lebih cepat bereaksi daripada berpikir kritis.
4. Hidup Digital yang Cepat
Di dunia digital yang serba cepat, orang cenderung membaca sekilas. Mereka lebih mungkin berinteraksi dengan materi yang memicu emosi. Ini mempercepat penyebaran informasi yang salah.
5. Kurangnya Keinginan untuk Berpikir Kritis
Kita seringkali terlalu malas untuk berhenti sejenak dan berpikir kritis. Jarang sekali kita mempertanyakan apakah informasi itu masuk akal. Akibatnya, kita lebih mudah terjerumus pada informasi yang salah.
Mengatasi kecenderungan ini bukan berarti menjadi pribadi yang sinis. Ini tentang menjadi lebih tangguh secara mental. Tujuannya adalah untuk menjadi lebih cerdas dalam mempercayai informasi.
Satu di antara cara yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan diri bertanya. Tanyakan pada diri sendiri siapa yang diuntungkan dari pesan yang ada. Biasakan juga mengecek banyak sumber berbeda. Terakhir, akui bahwa Anda juga bisa saja salah. (*)
Reporter : JP Group
Editor : RATNA IRTATIK