Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Tanjungpinang kembali menjadi sorotan. Bukan karena pelayanan medis, melainkan karena ulah pencuri yang menyatroni salah satu fasilitas vital kesehatan milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau itu.
Lima unit mesin pendingin ruangan (AC) dilaporkan hilang dari gedung baru RSUD RAT pada Sabtu (2/8) dini hari. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang, masuk dengan menjebol dinding bagian belakang gedung. Aksi mereka baru disadari keesokan paginya. ‘‘Pagi harinya kami baru tahu. Ada lima unit AC yang dicuri,’’ kata Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, Bambang Utoyo, saat dikonfirmasi, Selasa (5/8).
Pihak rumah sakit telah melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang. Tim kepolisian pun sudah turun tangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Laporan sudah kami buat, polisi juga sudah menindaklanjuti,” ujar Bambang.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, turut angkat bicara. Ia mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus pencurian ini. ‘‘Memang dimaling. Kita minta Polresta secepatnya mengungkap pelakunya, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,’’ kata Ansar.
Belum diketahui secara pasti berapa nilai kerugian akibat kehilangan lima unit AC tersebut. Namun, kejadian ini menambah catatan keamanan yang perlu diperbaiki di fasilitas publik, bahkan di lingkungan rumah sakit sekalipun.
Sementara itu, Polresta Tanjungpinang tengah menyelidiki laporan dugaan pencurian lima unit mesin pendingin udara (AC) di RSUD Raja Ahmad Tabib.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut untuk memastikan dugaan tindak pidana yang terjadi.
”Laporannya sudah kami terima dan sedang kita dalami,” kata Hamam saat dikonfirmasi, Selasa (5/8).
Ia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan secara langsung apakah benar terjadi pencurian, atau ada kemungkinan lain yang menyebabkan hilangnya lima unit AC tersebut.
”Nanti akan kami sampaikan hasil perkembangannya kepada masyarakat, apakah ini murni pencurian atau ada unsur lain,” tambahnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO