Buka konten ini

Anambas (BP) – Di tengah riuh seruan di media sosial untuk mengibarkan bendera bajak laut ala serial One Piece sebagai simbol perayaan Hari Kemerdekaan, Kabupaten Kepulauan Anambas memilih jalan berbeda. Masyarakat setempat tetap setia pada Merah Putih, bendera resmi negara yang sejak 1945 menjadi simbol harga diri dan kemerdekaan bangsa.
Pantauan Batam Pos pada Selasa (5/8), menunjukkan suasana yang semarak di berbagai penjuru Anambas. Dari jalanan utama hingga perkampungan, bendera Merah Putih berkibar gagah.
Umbul-umbul merah putih pun menghiasi kawasan perkantoran, menambah nuansa patriotik menjelang perayaan 17 Agustus.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, menyatakan apresiasinya atas sikap masyarakat yang tak terbawa arus tren digital yang mereduksi makna kemerdekaan. “Saya salut kepada warga Anambas yang tidak latah mengikuti hal-hal yang tidak mencerminkan semangat kemerdekaan,’’ ujar politisi Partai Golkar itu. ‘‘Ini bukti bahwa masyarakat kita memiliki kesadaran nasionalisme yang tinggi,’’ sambungnya.
Bayu mengajak masyarakat untuk terus mengibarkan Merah Putih sebagai wujud cinta tanah air. Merah Putih adalah simbol negara. “Mari kibarkan dengan bangga,’’ tegasnya.
Nada serupa disampaikan Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka. Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh tren yang tak membawa manfaat. “Mari sambut HUT ke-80 RI dengan semangat positif dan kebersamaan,’’ katanya.
Sejak awal Agustus, jajaran Polres Anambas bersama Pemerintah Kabupaten aktif turun ke lapangan. Mereka tak hanya mengimbau warga untuk memasang bendera, tapi juga membagikan bendera Merah Putih secara gratis ke desa-desa dan kampung terpencil.
Langkah ini, menurut AKBP Gusti, adalah upaya memperkuat partisipasi publik sekaligus mengukuhkan identitas nasional di tengah gempuran budaya pop global.
Di Anambas, semangat kemerdekaan bukan sekadar simbol, tetapi komitmen yang dijaga bersama. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO