Buka konten ini

LONDON (BP) – Pemerintah Inggris akan mengevakuasi anak-anak yang sakit parah dan terluka dari Jalur Gaza untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit milik mereka. Rencana kemanusiaan itu akan diumumkan secara resmi dalam beberapa pekan ke depan.
Dikutip dari The Guardian, Senin (4/8), pemerintah Inggris bakal mengutamakan mereka yang membutuhkan perawatan medis segera. Ini sebenarnya bukan yang pertama buat anak-anak Gaza.
Majd al-Shagnobi menjadi yang pertama diterbangkan ke Inggris. Remaja pria 15 tahun itu mengalami luka perang dan harus menjalani operasi rekonstruksi wajah. Februari tahun lalu, rahangnya dihantam granat dari tank Israel. Dia dirawat di RS Great Ormond Street London dengan pembiayaan ditanggung Project Pure Hope. Selain Majd, tahun ini ada dua anak perempuan asal Gaza, Rama dan Ghena, yang juga telah mendapatkan visa untuk menjalani operasi yang dananya dikumpulkan secara privat.
Project Pure Hope juga masih akan mendanai upaya kemanusiaan Inggris untuk anak-anak Gaza. Perdana Menteri Keir Starmer pekan lalu mengatakan akan mempercepat program itu. “Inggris segera membawa anak-anak untuk mendapatkan perawatan,” katanya.
Selain itu, Starmer menambahkan kalau pemerintahannya berencana mengakui Palestina pada Sidang Umum PBB September nanti jika Israel tidak menghentikan aneksasi wilayah.
Langkah ini dilakukan setelah lebih dari 100 anggota parlemen Inggris menandatangani surat yang menyerukan pemerintah agar mengevakuasi sedikitnya 30 anak dalam kondisi kritis dari Gaza.
Puluhan Ribu Korban
Menurut data UNICEF, lebih dari 50.000 anak tewas atau terluka sejak konflik antara Israel dan Hamas pecah pada Oktober 2023. Inggris bukan negara pertama yang bertindak. Italia juga telah mengevakuasi puluhan anak dan keluarga Palestina untuk perawatan sejak awal tahun ini.
Mereka yang dibawa ke luar negeri untuk perawatan akan didampingi oleh orangtua atau wali serta saudara kandung jika diperlukan. Pemeriksaan biometrik akan dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris sebelum keberangkatan.
Inggris juga telah menjalin kerja sama dengan Jordania untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara ke Gaza. Langkah itu dilakukan di tengah krisis kelaparan yang semakin parah akibat blokade Israel yang menyulitkan bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO