Buka konten ini

BEIJING (BP) – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pasokan pertanian dari Amerika Serikat maupun Brasil, Tiongkok menggandeng Angola. Investasi USD 350 juta (Rp5,7 triliun) disalurkan Beijing untuk menanam jagung dan kedelai pada lahan seluas 130 ribu hektare di negara Afrika tersebut.
Dilansir dari South China Morning Post, proyek tersebut ditangani dua perusahaan raksasa Tiongkok, Sino Hydro Group dan Citic Group. Pembukaan lahan telah dimulai di wilayah Cuanza Norte dan Malanje. Tahun depan, produksi ditargetkan mencapai 8 ton jagung dan 5 ton kedelai per hektare.
“Dengan mengamankan kesepakatan lahan jangka panjang bebas pajak, Tiongkok tak hanya mengurangi ketergantungan terhadap AS dan Brasil untuk pasokan kedelai, tetapi juga memperoleh pijakan geopolitik yang strategis di Afrika,” kata Gaurav Kochar, pakar komoditas pertanian asal India.
Investasi serupa sudah dilakukan Tiongkok di negara Afrika lainnya, Tanzania. Yaitu pengembangan lahan kedelai seluas 32 ribu hektare oleh Tiongkok Chaoliang Group. Yuan Longping High-Tech Agriculture Co turut memperoleh hak pengelolaan lahan di sana. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO