Buka konten ini

MOGYOROD (BP) – McLaren resmi mendominasi paro pertama Formula 1 (F1) 2025. Dari 14 balapan yang dijalani, Team Papaya –julukan McLaren– sukses meraih 11 kemenangan. Bahkan, dalam empat balapan terakhir di Red Bull Ring, Silverstone, Spa-Francorchamps dan Hungaroring, mereka selalu berhasil finis 1-2.
Lando Norris jadi yang terdepan dalam empat balapan itu. Dia meraih tiga kali kemenangan, termasuk saat finis terdepan di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, pada Minggu (3/8) malam. Meski sempat tercecer ke posisi lima di awal balapan, Norris masih mampu meraih kemenangan.Kunci kemenangan Norris adalah strategi satu stop.
”Kami sebenarnya tidak berencana melakukan one-stop. Tetapi, setelah lap pertama, itu menjadi satu-satunya pilihan kami,” kata Norris dalam wawancara setelah balapan dikutip dari Motorsport.
Andai melakukan dua stop, Norris hampir dipastikan akan finis di belakang rekan satu timnya Oscar Piastri. Tetapi, dengan strategi satu stop, Norris bisa unggul dengan selisih hanya 0,698 detik dari Piastri. Sirkuit Hungaroring memang punya karakteristik sempit berkelok mirip di Monaco.
”Begitu aku mendekat (ke Norris), masih ada begitu banyak tikungan di sektor tengah. Bahkan, sekalipun mendapat lebih banyak lap, aku tidak yakin akan berbeda hasilnya,” tutur Piastri.
Gap Klasemen Makin Dekat
Hasil di Hungaroring membuat jarak Norris dengan Piastri semakin dekat. Saat ini Norris hanya terpaut sembilan poin (275-284) dari Piastri. F1 menjalani jeda selama tiga pekan dan baru berlanjut di Sirkuit Zandvoort, Belanda, akhir bulan nanti (31/8). Total masih tersisa sepuluh balapan. ”Aku harap kami (McLaren) terus mendominasi,” ucap Norris singkat.
Ferrari Frustrasi
Sementara itu, balapan di Hungaroring jadi mimpi buruk bagi Ferrari. Meski memulai balapan dari posisi terdepan, Charles Leclerc harus rela finis posisi keempat. Rekan Leclerc, Lewis Hamilton, malah terpuruk di posisi ke-12.
Leclerc pun mengungkapkan rasa frustasinya lewat percakapan radio. ”Kami telah kehilangan daya saing. Akan menjadi keajaiban jika kami finis di podium,” ucap pembalap yang capaian terbaiknya tahun ini ”hanya” runner-up di F1 Monaco (25/5).
Di sisi lain, Hamilton tidak menyangkal ada masalah di internal tim. ”Kalau kami punya firasat (buruk), maka seperti inilah (hasil akhirnya, red). Banyak hal kurang baik yang terjadi di balik layar,” kata juara dunia tujuh kali F1 itu kepada Sky Sports. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG