Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, memberikan tanggapan terkait maraknya pengibaran bendera One Piece menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak bersikap tergesa-gesa dalam merespons fenomena tersebut.
“Di zaman digital seperti sekarang, akses informasi terbuka lebar bagi semua orang. Jadi, jangan cepat-cepat menyimpulkan sesuatu secara negatif,” ujar Mardani kepada wartawan, Senin (4/8).
Fenomena ini muncul setelah sejumlah warga mengibarkan bendera Jolly Roger—lambang bajak laut dalam anime One Piece—di rumah dan kendaraan mereka. Bendera bergambar tengkorak dan tulang bersilang ini disebut-sebut sebagai bentuk simbolik dari keresahan sebagian masyarakat terhadap kondisi sosial-politik saat ini.
Namun demikian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Budi Gunawan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi dan penghinaan terhadap simbol negara, yang memunculkan respons keras dari pemerintah.
Berbeda pandangan, Mardani justru menyarankan pendekatan yang lebih empatik. Ia menilai generasi muda saat ini memiliki kesadaran sosial yang tinggi dan dapat menyampaikan pesan secara kreatif. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk mendengarkan aspirasi tersebut dengan hati terbuka.
“Anak muda sekarang pintar dan peka. Bisa jadi mereka sedang mencoba menyampaikan pesan tertentu. Kita harus bisa memahami perasaan mereka, bukan merasa paling tahu,” ungkapnya.
Menurut Mardani, pengibaran bendera One Piece tidak bersifat mengancam, apalagi melanggar hukum. Ia memandangnya sebagai bentuk komunikasi antara rakyat dan negara yang seharusnya disikapi dengan tenang.
“Nggak usah panik. Kadang mereka hanya butuh didengar. Kalau diberi ruang, nanti juga kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa selama tidak terjadi tindakan kekerasan atau anarkis, ekspresi semacam itu sah-sah saja di dalam sistem demokrasi. Bahkan, Mardani mendorong agar kreativitas dan kritik publik dijadikan bagian dari proses perbaikan bersama.
“Sekarang memang zamannya rakyat makin ekspresif dan kreatif. Itu hal yang baik, selama disampaikan dengan damai. Yang penting kita jaga agar tidak melewati batas,” tutupnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO