Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Amerika Serikat (AS) yang kini berada di pihak Ukraina dalam konflik dengan Rusia, kini malah menyeret India. The Guardian menyebut bahwa Penasehat Keamanan Gedung Putih, Stephen Miller, menuduh India turut membiayai Rusia. Landasan Miller karena negara itu membeli minyak dari Moskow.
Pertengahan pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa barang-barang dari India dikenakan tarif 25 persen ditambah denda karena membeli senjata dan energi dari Rusia. “Mereka (India) selalu membeli sebagian besar peralatan militer dari Rusia dan merupakan pembeli energi terbesar Rusia bersama Tiongkok. Pada saat semua orang ingin Rusia menghentikan pembunuhan di Ukraina,” katanya melalui Truth Social.
Denda ini ditetapkan mulai 1 Agustus lalu. Sejauh ini perdagangan barang Amerika dengan India mencapai USD 129,2 miliar. India adalah mitra dagang terbesar ke-10 bagi Amerika.
Rupanya tindakan Trump ini dilanjutkan oleh bawahannya. “Apa yang dia (Trump) katakan dengan sangat jelas adalah bahwa tidak dapat diterima bagi India untuk terus membiayai perang ini dengan membeli minyak dari Rusia,” kata Miller. Dia juga menyebut India terkait dengan Tiongkok dalam pembelian minyak ke Rusia.
Sementara itu, sejauh ini belum ada perubahan arah angin dari perdagangan minyak India. Tidak ada reaksi juga atas pernyataan Trump terhadap mereka.
“Ini kontrak minyak jangka panjang. Tidak mudah untuk berhenti membeli,” ujar salah satu pejabat yang enggan disebut namanya.
Trump berambisi menghentikan perang Rusia-Ukraina karena merupakan janji kampanye. Namun hingga “keakraban” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin luntur, Amerika seolah tak dipedulikan dan perang masih berjalan.
Minggu (3/8) Trump mengurus Steve Witkoff untuk kembali ke Rusia hari ini atau besok. Tujuannya untuk memperingatkan Moskow bahwa akan ada ancaman jika gencatan senjata tidak selesai pada Jumat nanti. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO