Buka konten ini

BATAMKOTA (BP) – Kasus pencurian dengan modus cash on delivery (COD) kembali marak terjadi di Batam dalam beberapa bulan terakhir. Para pelaku menyasar motor, ponsel, hingga melakukan pemerasan terhadap korban yang tertipu saat bertransaksi.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melakukan transaksi jual beli sistem COD. Ia menekankan pentingnya memilih lokasi yang ramai dan aman untuk bertemu dengan penjual atau pembeli.
“Jangan lakukan pertemuan di titik yang sepi atau rawan. Pilih tempat yang ramai dan aman,” ujar Zaenal, Minggu (3/8).
Ia juga mengingatkan warga agar memperhatikan gerak-gerik calon lawan transaksi. Jika ada gelagat mencurigakan, sebaiknya transaksi dibatalkan demi keselamatan.
“Kalau dirasa tidak memungkinkan, lebih baik jangan dilanjutkan,” katanya.
Zaenal menambahkan, pelaku pencurian bermodus COD biasanya mengajak korban bertemu di lokasi yang sepi. Di tempat itulah pelaku melancarkan aksinya.
“Jika menjadi korban, segera laporkan ke polisi. Akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Sebelumnya, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Batuampar menangkap dua pelaku pencurian motor dengan modus COD, yakni JW, 28, dan YAS, 39.
Keduanya berpura-pura menjadi pembeli motor Honda Scoopy milik FRS, 39, seorang warga Batam.
Setelah sepakat melakukan transaksi di depan SPBU Harbour Bay, Jodoh, pelaku langsung membawa kabur motor milik korban saat momen serah terima. (***)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK