Buka konten ini

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Paray yang melayani rute utama Jagoh–Penarik resmi masuk masa perawatan tahunan (docking) sejak 27 Juli 2025. Proses ini diperkirakan berlangsung selama 25 hari ke depan.
Selama docking, PT ASDP Indonesia Ferry belum menyiapkan kapal pengganti untuk jalur penghubung vital antara Pulau Singkep dan pusat pemerintahan Kabupaten Lingga di Daik. Akibatnya, distribusi logistik dan mobilitas masyarakat pun terganggu.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, pengiriman bahan kebutuhan pokok dari Singkep ke Daik terpaksa dialihkan menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Dabo menuju Pelabuhan Daik Lingga. Begitu pula warga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang biasa menyeberang untuk bekerja. Mereka kini harus beralih ke moda transportasi lain, seperti kapal fery cepat dan speedboat dari Pelabuhan Jagoh dan Kote.
Namun, solusi ini menimbulkan beban biaya tambahan yang tidak ringan. Jika tarif KMP Paray hanya sekitar Rp15 ribu per orang sekali jalan, maka ferry cepat dan speedboat mematok harga antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per orang.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, membenarkan bahwa KMP Paray tengah menjalani docking sebagai bagian dari perawatan rutin tahunan.
“Perawatan ini penting untuk menjamin keselamatan pelayaran. Kami mohon masyarakat bersabar sampai KMP Paray bisa kembali beroperasi seperti biasa,” ujarnya, Minggu (3/8).
Hendry menyebut, sejauh ini belum ada informasi resmi dari ASDP mengenai kemungkinan pengadaan kapal pengganti. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar menyesuaikan mobilitas mereka selama masa perawatan berlangsung. (***)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO