Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Operasi pasar murah yang digelar Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun bersama Bulog selama dua hari, Sabtu (2/8) dan Minggu (3/8), mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bertempat di area parkir Pasar Puan Maimun, Kecamatan Karimun, total 5,5 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) habis terjual dalam waktu singkat.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukrianto Jaya Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilakukan bersama Bulog dan instansi terkait sehari sebelumnya.
“Operasi pasar ini bentuk kehadiran pemerintah dalam menyediakan beras murah bagi masyarakat,” ujar Sukrianto kepada Batam Pos.
Selama dua hari pelaksanaan, beras yang dijual hanya satu jenis, yakni SPHP. Pada hari pertama, sebanyak 2 ton beras ludes, dan di hari kedua, 3,5 ton sisanya kembali terjual. Beras kemasan 5 kilogram yang normalnya dibanderol Rp65.500, dalam pasar murah itu dijual lebih murah, yakni Rp59 ribu per kampit. Bahkan, untuk 4 ton di antaranya, harga ditekan lebih rendah lagi menjadi Rp55 ribu berkat subsidi dari Bupati dan Wakil Bupati Karimun sebesar Rp4 ribu per kampit.
“Jadi, dari total 5,5 ton, 4 ton disubsidi, dan sisanya 1,5 ton tetap dijual Rp59 ribu. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” kata Sukrianto.
Ia menambahkan, sesuai arahan Bupati Karimun, ke depan operasi pasar murah tak hanya digelar di Pasar Puan Maimun. Lokasi lain yang disasar antara lain Pasar Meral dan pasar di Kecamatan Tebing. “Kalau tidak ada kendala, pertengahan bulan ini akan kami laksanakan lagi,” ucapnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan daging sapi beku yang masih kosong di pasaran, Sukrianto menyatakan pihaknya tengah menjajaki jalur distribusi langsung dari Jawa. Salah satu pengusaha penggilingan bakso lokal bahkan telah dijembatani untuk bekerja sama dengan mitra pengiriman dari luar daerah.
“Kami juga sudah mempertemukan pelaku usaha itu dengan PT Pelabuhan Karimun (Perseroda). Dinas siap memberikan kemudahan perizinan agar pengiriman daging beku dari luar bisa segera terealisasi, tanpa tergantung lagi dari Batam,” pungkasnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GALIH ADI SAPUTRO