Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Gerak Jalan Proklamasi bukan sekadar ajang olahraga atau unjuk ketangkasan fisik. Di Tanjungpinang dan Bintan, kegiatan ini telah menjadi bagian dari tradisi tahunan yang sarat makna sejarah, sosial, budaya, sekaligus berdampak pada geliat ekonomi masyarakat.
Setiap bulan Agustus, kegiatan ini rutin digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerak jalan mulai populer di Indonesia sejak 1960-an, ketika pemerintah dan berbagai organisasi mulai menyelenggarakan lomba baris-berbaris guna menanamkan nilai kedisiplinan, kekompakan, dan cinta tanah air, khususnya kepada pelajar dan generasi muda.
Seiring waktu, gerak jalan berkembang menjadi lebih dari sekadar lomba. Di banyak daerah, termasuk Tanjungpinang dan Bintan, peserta tak hanya menampilkan ketahanan fisik, tetapi juga kreativitas lewat yel-yel, iringan musik, hingga kostum-kostum unik yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Setelah sempat vakum akibat pandemi, Gerak Jalan Proklamasi kembali digelar tahun ini. Khusus untuk kategori 45 kilometer, kegiatan akan berlangsung dua hari, 30–31 Agustus 2025.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Ruli Friadi, mengatakan bahwa pendaftaran peserta sudah dibuka secara daring untuk tiga kategori, yakni 8 kilometer, 17 kilometer, dan 45 kilometer.
“Sudah ratusan peserta mendaftar untuk semua kategori. Akan ada juara 1, 2, dan 3, serta juara harapan. Total hadiah mencapai puluhan juta rupiah,” ungkap Ruli, Kamis (31/7).
Menurutnya, gerak jalan bukan hanya menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan dan sportivitas, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Antusiasme masyarakat besar sekali. Gerak jalan ini memberi dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi di Tanjungpinang,” ujarnya.
Untuk jadwal pelaksanaan, gerak jalan 17 kilometer akan digelar lebih dulu pada 23 Agustus 2025, disusul kategori 8 kilometer pada 24 Agustus 2025. Sementara itu, kategori 45 kilometer yang menjadi favorit akan berlangsung mulai malam 30 Agustus hingga dini hari 31 Agustus 2025.
“Start kategori 8 dan 17 kilometer di Terminal Sei Carang. Sementara untuk 45 kilometer, start-nya dari Senggarang,” pungkas Ruli. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GALIH ADI SAPUTRO