Buka konten ini
LINGGA (BP) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep terus berkomitmen membekali warga binaannya dengan keterampilan praktis menjelang masa pembebasan. Salah satunya, melalui pelatihan pangkas rambut yang digelar pada Selasa (29/7), khusus bagi 20 warga binaan yang masa hukumannya hampir selesai.
Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan yang berlangsung di lingkungan lapas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pembinaan agar warga binaan dapat mandiri setelah keluar dari tahanan.
Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Jaka Putra, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keahlian yang bisa dimanfaatkan para warga binaan setelah bebas nanti.
“Salah satu tugas kami adalah membina warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Kali ini, kami membina 20 orang dengan keterampilan memangkas rambut,” ujar Jaka saat ditemui usai kegiatan.
Pelatihan ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan digelar secara bertahap setiap tiga bulan untuk memastikan peserta benar-benar mahir dan siap membuka usaha cukur rambut secara profesional.
Tak hanya pelatihan potong rambut, Lapas Dabo Singkep juga rutin menggelar pelatihan lain, seperti bercocok tanam dan beternak lele. Menurut Jaka, sebagian hasil dari kegiatan tersebut bahkan sudah dipasarkan ke masyarakat.
“Kita sudah panen hasil tanam dan lele, sebagian sudah dijual ke pasar Dabo Singkep. Untuk produk kerajinan tangan masih terkendala pemasaran. Saat ini baru kita pasarkan lewat media sosial,” jelasnya.
Jaka berharap seluruh warga binaan yang mengikuti pelatihan benar-benar memanfaatkan keahlian yang telah diberikan untuk membangun kehidupan baru yang lebih baik, serta tidak kembali melakukan tindakan kriminal.
“Harapannya, setelah bebas nanti, mereka bisa menjaga ketertiban di masyarakat dan memanfaatkan keterampilan ini untuk mencari penghasilan yang halal,” pungkasnya. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : GALIH ADI SAPUTRO