Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Prancis sebagai anggota G7 dan salah satu negara besar Eropa sudah mengakui dan memberikan dukungan pada Palestina. Menurut Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dukungan Prancis untuk Palestina sangat penting.
”Terkait dengan pengakuan dan dukungan Prancis terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, tentu ini sebuah tonggak penting mengingat Prancis adalah negara besar di Eropa, anggota G7 dan pemegang hak veto di Dewan Keamanan PBB,” tulis SBY melalui akun media sosialnya @SBYudhoyono.
Menurut SBY, kebijakan luar negeri Prancis akan berguna bagi pengakuan negara-negara barat terhadap Palestina. Dia mengupamakan hal itu sebagai jembatan dalam upaya penyelesaian konflik teritori dan kedaulatan antara Israel dan Palestina.
”Konsep Solusi Dua Negara (two-state solution) dan bukan Solusi Satu Negara (one-state solution), adalah yang paling realistis. Prasyarat utama bagi terwujudnya 2 negara (Israel dan Palestina) yang sama-sama berdaulat dan hidup berdampingan secara damai harus dimulai dari mutual recognition dari kedua negara tersebut,” ungkap SBY.
Lebih lanjut, SBY menyampaikan bahwa prasyarat penting lainnya adalah dukungan internasional yang semakin kuat dan luas agar two-state solution tersebut bisa diwujudkan.
”Saya tahu jalan yang mesti ditempuh masih panjang dan tidak semudah yang dipikirkan banyak kalangan. Tetapi hal ini tetap dimungkinkan,” cuit SBY.
SBY menyampaikan pandangannya atas dukungan negara barat terhadap rakyat Gaza di Palestina. Meski terlambat, SBY menilai bahwa dukungan tersebut tetap penting. Sebab, rakyat Gaza sudah lama menderita.
Menurut dia perang di Gaza harus diakhiri. Sebab, akibat peperangan itu muncul penderitaan kemanusiaan yang ekstrem atau dia sebut sebagai extreme human suffering. Dukungan dari negara-negara barat menjadi hal yang sangat penting.
”Empat negara Eropa yang penting, yang semuanya anggota G7, yaitu Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia, secara eksplisit menyerukan pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan yang luar biasa di Gaza tersebut,” tulis SBY.
Harapannya, lanjut SBY, negara-negara besar itu bertindak lebih lanjut bersama negara-negara lain di dunia. Sehingga seruan tersebut benar-benar mewujud menjadi kenyataan. Tentu saja diplomasi dan langkah-langkah serius lainnya juga harus dilakukan.
”Perhelatan Sidang Umum PBB bulan September mendatang di New York, dapat dijadikan forum bagi pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan di Gaza,” cuit SBY.
”Saya kira banyak yang bersetuju dengan saya, bahwa penderitaan saudara-saudara kita di Gaza sudah sangat melampaui batas-batas kemanusiaan,” tambah dia.
Untuk itu, SBY menyatakan bahwa kondisi tersebut tidak cukup hanya menjadi tontonan di layar-layar televisi seluruh dunia. Apalagi yang menonton drama kehidupan di Gaza boleh jadi tengah menikmati hidup yang nyaman. Sementara rakyat Gaza untuk makan dan minum pun sulit. Bahkan nyawa mereka selalu terancam.
”Secara moral, kita semua terpanggil untuk do something bagi pengakhiran perang dan tragedi kemanusiaan yang tiada tara di Gaza tersebut,” ungkap dia. (***)
Reporter : jp group
Editor : Alfian Lumban Gaol