Buka konten ini


Dulu mengajar anak-anak di Taman Kanak-Kanak (TK), kini Dewi Rahayu, 24 tahun, justru sibuk memenuhi pesanan cheesecuit buatan tangannya. Lewat brand Kadeki, ia menyulap dapur rumah jadi ladang cuan. Camilan berbahan keju dan biskuit itu sukses mencuri hati pelanggan dengan rasa fruity dan tampilan menggoda.
Di tengah maraknya tren camilan kekinian, cheesecuit hadir sebagai perpaduan sempurna antara renyahnya biskuit, segarnya buah, dan gurihnya keju yang menggoda lidah. Teksturnya yang lembut dan creamy membuat camilan ini bisa balikin mood kamu, dan kerap jadi favorit dalam bingkisan hampers, bahkan menjadi sajian spesial saat Lebaran.
Berawal dari yang dulunya berprofesi sebagai guru Taman Kanak-Kanak, Dewi Rahayu, 24, atau yang kerap disapa Dewi. Ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan lamanya dan memilih membuka usaha rumahan bersama suaminya. Keputusan itu diambil agar ia tetap produktif meski berada di rumah.
”Awalnya saya lihat iklan baking class di Instagram. Karena saya sangat suka membuat kue, terpikirlah untuk ikut class baking tersebut,” terang Dewi.
Setelah mendapat modul ajar dan berbagai resep lainnya, Dewi mulai mencoba membuat kembali (recook) resep cheesecuit yang ada pada baking class tersebut. Kemudian ia mulai mencoba melakukan uji rasa (tester) ke keluarga dan teman dekat. Cheesecuit sendiri merupakan camilan atau kue ringan yang merupakan kombinasi antara cheese (keju) dan biscuit (biskuit) dalam bentuk kue dingin yang lembut dan nikmat.
”Saya coba pelan-pelan perkenalkan camilan Cheesecuit ke followers dan semua kontak di WhatsApp saya,” lanjutnya.
Setelah mendapat support dari keluarga dan teman-teman, Dewi mulai mempersiapkan hal yang dibutuhkan dalam membuka bisnis tersebut, seperti mencari suplier untuk kebutuhan bahan jualan, dan pasang iklan di Instagram, agar jangkauan usahanya semakin luas.
”Alhamdulillah usaha berjualan Cheesecuit ini sudah berjalan selama 3 bulan,” ungkap Dewi.
Dewi memberi nama usaha miliknya dengan sebutan Kadeki, yang merupakan singkatan dari nama anak, nama dirinya, dan nama sang suami. Kadeki sendiri menjual cheesecuit dalam empat varian rasa, yaitu blueberry, stroberi, karamel dan cokelat, dengan harga 20 ribu/kotaknya.
”Yang paling laris cheesecuit fruity rasa blueberry dan stroberi, karena perpaduan asam buah, manis dan segar, serta krim kejunya yang tidak bikin enek,” ujar Dewi.
Dewi bercerita, permintaan cheesecuit terus berdatangan dan selalu ramai orderan, baik itu saat hari kerja maupun akhir pekan. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan 25-50 kotak orderan. Kadeki menggunakan sistem pre-order (PO), setiap hari Senin, Kamis, Sabtu, dan Minggu.
”Dalam sebulan omzet cheesecuit dalam sebulan bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 jutaan,” ungkap Dewi.
Kini, Kadeki sudah hadir di Shopee food dengan nama akun kadeki.co dan memiliki toko fisik (offline store) beralamat di MTC Bandara yang buka dari pukul 10.00-22.00 WIB. Kadeki juga memiliki akun Instagram dengan username @kadeki.co.
”Pelangga biasanya pesan melalui Instagram, atau shopee food,” sebutnya.
Dewi mengatakan, pernah ada pembeli dari luar Batam yang ingin memesan, tetapi sayangnya produk Kadeki belum ditahap bisa dikirim ke luar kota. Saat ini, Dewi belum memiliki karyawan. Seluruh proses produksi dan penjualan masih ditangani berdua oleh Dewi dan suami karena usahanya masih terbilang baru.
Menurut Dewi, hal paling sulit dalam menjadi wirausahawan adalah ketika bahan baku mendadak habis. Di supplier dan di mana-mana pada kosong stoknya. Apalagi Kadeki juga menerima pesanan dari reseller dan pelanggan tetap. Orderan paling banyak adalah orderan anak-anak sekolah.
”Untuk teman-teman yang masih ragu untuk mulai usaha, jangan ragu. Lebih baik berani ambil risiko daripada tidak mencoba sama sekali. Berani melangkah, atau tetap pada posisi yang selamanya,” ujar Dewi.
Dalam waktu dekat, Dewi berencana akan memperkenalkan cheesecuit varian baru, dengan menu yang lebih bervariasi dan menggugah selera. Ia berharap, kedepannya Kadeki bisa membangun outlet sendiri di berbagai titik di Batam serta mampu melayani pengiriman ke luar kota. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI