Buka konten ini
BATAM (BP) – Rencana investasi Apple di Batam untuk membangun pabrik AirTag mulai menunjukkan kemajuan. Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan bahwa proyek tahap pertama segera memasuki proses pembangunan.
Ia menjelaskan, tahap awal investasi ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ini. Sementara tahap kedua masih dalam proses perencanaan dan tengah disusun dalam kerangka business plan oleh pihak investor.
“Sekarang sedang terus bergerak, terus membangun,” ujarnya pekan lalu.
Fary menambahkan, investor tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap proyek tersebut, meskipun sebelumnya sempat terkendala akibat kebijakan tarif impor yang diberlakukan pemerintahan mantan Presiden AS, Donald Trump.
“Kemarin memang sempat sedikit tertahan karena tarif Trump itu. Sekarang progresnya sudah positif,” katanya.
Meski belum merinci nilai pasti dari total investasi yang akan dikucurkan, Fary menyebut pihaknya sedang melakukan pengecekan ulang terhadap rincian nominalnya.
“Nilai investasinya akan saya cek lagi. Detailnya nanti saya sampaikan,” ujarnya.
Investasi Apple di Batam disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan teknologi global tersebut dalam memperkuat rantai pasok di kawasan Asia Tenggara. Langkah ini juga menjadi respons terhadap dinamika geopolitik dan kebutuhan untuk mendiversifikasi basis manu-faktur dari Tiongkok ke negara lain.
Hingga kini, lokasi pembangunan tahap pertama proyek ini belum diumumkan secara resmi. Namun, sejumlah sumber menyebutkan bahwa kawasan industri Nongsa dan Batamindo menjadi kandidat kuat sebagai lokasi investasi Apple.
BP Batam menyambut positif kehadiran investasi ini sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam sektor industri berbasis teknologi tinggi. Pemerintah pusat pun turut mendukung masuknya investasi ini.
Jika terealisasi sepenuhnya, proyek Apple di Batam diyakini akan membuka lapangan kerja baru dan menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri teknologi global. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG