Buka konten ini

BEIJING (BP) – Perusahaan energi nuklir milik Tiongkok, China National Nuclear Corporation (CNNC), mengumumkan pencapaian penting dalam eksplorasi uranium. CNNC menemukan deposit uranium tipe batu pasir di kedalaman 1.820 meter di wilayah Cekungan Tarim, Xinjiang. Itu merupakan kedalaman eksplorasi uranium terbesar yang pernah dicapai.
Penemuan tersebut sangat signifikan karena uranium tipe batu pasir cenderung lebih besar volumenya, serta lebih mudah dan murah untuk ditambang dibandingkan uranium di batuan vulkanik atau granit.
Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (22/7), uranium memiliki peran penting bagi Tiongkok sebagai bahan bakar untuk reaktor nuklir maupun senjata nuklir. Namun demikian, Tiongkok masih sangat bergantung pada impor.
Tahun lalu, Negeri Tirai Bambu hanya memproduksi 1.700 ton uranium secara domestik, sementara kebutuhan impor mencapai 13.000 ton.
Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) pun telah memproyeksikan bahwa permintaan uranium di Tiongkok akan melonjak hingga lebih dari 40.000 ton per tahun pada 2040. Dengan peningkatan kebutuhan yang sangat besar ini, eksplorasi cadangan domestik menjadi krusial untuk menjamin pasokan jangka panjang.
Tinggalkan Penambangan Batuan Vulkanik-Granit
Sebelumnya, penambangan uranium di Tiongkok difokuskan di wilayah selatan dengan jenis batuan vulkanik dan granit. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perhatian mulai beralih ke bagian utara, tempat cadangan batu pasir yang semula dianggap terlalu rendah untuk dieksploitasi kadar uraniumnya. ”Berdasar hasil prediksi, kami melakukan penginderaan jauh, pengukuran geofisika, geokimia, dan eksplorasi lainnya di area prospektif utama,” ujar Qin Mingkuan, peneliti utama CNNC seperti dikutip stasiun televisi pemerintah CCTV.
”Melalui pengeboran dalam yang terverifikasi, kami akhirnya menemukan mineralisasi uranium industri yang tebal di tengah gurun,” sambungnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO