Buka konten ini
BATAM (BP) – Proyek pemotongan atau cut and fill di bukit sekitar Hotel Vista, Batam, resmi dihentikan total setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun langsung melakukan pemeriksaan. Hasil inspeksi menyimpulkan kawasan tersebut tergolong daerah rawan, sehingga seluruh aktivitas pengerjaan diminta dihentikan segera.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan terdapat delapan poin penting yang disampaikan tim dari Kementerian PUPR, salah satunya peng-hentian total proyek tersebut.
“Iya, hasilnya menunjukkan kawasan itu daerah rawan. Ada delapan kesimpulan, salah satunya adalah proyek harus dihentikan,” ujar Amsakar, Senin (21/7).
Meski proyek dipastikan berhenti, Amsakar tidak menyebutkan secara spesifik waktu penghentiannya. Namun, ia memastikan seluruh aktivitas pemotongan bukit dihentikan sambil menunggu kejelasan mengenai potensi risiko ke depan.
“Aktivitas pemotongan bukit di atas sana dihentikan sampai semuanya benar-benar jelas. Saya lupa pastinya kapan dihentikan, antara kemarin (Minggu) atau mulai besok pagi,” katanya.
BP Batam juga meminta kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut untuk menyelesaikan tanggung jawab atas kondisi lahan. Saat ini, fokus utama diarahkan pada pembersihan lokasi dan penanganan potensi bahaya akibat pekerjaan sebelumnya.
Beberapa titik retakan tanah yang ditemukan menjadi perhatian serius. Untuk meminimalkan risiko longsor dan kerusakan lanjutan, BP Batam menginstruksikan agar material hasil pengerjaan segera diangkut dari lokasi.
“Retakan tanah itu kita harapkan bisa diminimalisasi dengan mengangkut berbagai jenis material yang sudah dihasilkan,” tutur Amsakar.
Sebelumnya, aktivitas cut and fill di kawasan sekitar Hotel Vista menuai protes dari masyarakat dan pemerhati lingkungan. Proyek tersebut dinilai tidak dilengkapi kajian mendalam dan memicu kekhawatiran akan potensi longsor serta kerusakan ekosistem.
Dengan penghentian proyek tersebut, BP Batam memastikan tidak ada lagi aktivitas pembangunan di lokasi hingga seluruh aspek teknis, keselamatan, dan lingkungan benar-benar dituntaskan.
“Semua sudah kita hentikan dan sekarang masuk tahap pembersihan,” pungkas Amsakar. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG