Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Pagar beton setinggi sekitar satu meter yang sempat berdiri di kawasan pesisir Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, akhirnya dibongkar. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, pembongkaran dilakukan karena kesalahan teknis dari pihak kontraktor dalam membaca desain pembangunan.
Pagar yang dibangun di tepi laut itu sempat menuai protes dari masyarakat. Pasalnya, keberadaannya dianggap menghalangi pemandangan laut yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pagar itu seharusnya hanya setinggi 40 sentimeter dan berfungsi sebagai pembatas, bukan sebagai pagar masif yang menutup pandangan.
“Kita sudah turun meninjau langsung. Ini murni kesalahan kontraktor yang salah membaca gambar. Harusnya hanya 40 sentimeter untuk pembatas saja,” ujar Ansar, Minggu (20/7).
Ia memastikan, pagar beton yang terlanjur dibangun melebihi tinggi yang ditentukan kini sudah dipotong dan disesuaikan. Keberadaannya pun tidak lagi mengganggu estetika kawasan.
“Sudah dipotong. Sekarang tidak menghalangi pemandangan, dan tetap berfungsi untuk keamanan agar pengunjung tidak jatuh ke bawah,” tegasnya.
Senada, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari menjelaskan bahwa struktur tersebut bukanlah pagar dalam arti umum, melainkan pembatas yang sekaligus berfungsi sebagai pengaman antara jalur joging dan area podium sunset.
“Jadi itu bukan pagar. Fungsinya sebagai pembatas agar masyarakat aman saat beraktivitas di sana,” jelas Rodi.
Ia menambahkan, pembangunan jalur jogging di kawasan Gurindam 12 akan dilakukan bertahap. Pada tahun 2025, jalur tersebut direncanakan sepanjang 300 meter dengan anggaran sekitar Rp4,2 miliar.
Namun, tembok pembatas tidak dibangun sepanjang 300 meter penuh. Hanya beberapa titik di sepanjang podium sunset yang akan dipasangi pembatas, khususnya di area yang membutuhkan pengaman tambahan.
“Nanti juga akan ada akses berupa tangga yang menghubungkan jalur joging dengan area podium sunset, agar pengunjung lebih nyaman,” tambahnya.
Kawasan Gurindam 12 sendiri telah menjadi salah satu destinasi publik favorit warga Tanjungpinang, terutama saat sore hari untuk menikmati matahari terbenam. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO