Buka konten ini

Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Dana Nagoya menunjukkan komitmen sosialnya dengan hadir di tengah masyarakat Belakangpadang dalam kegiatan bertajuk Berbagi dan Peduli, Sabtu (19/7).
Kali ini BPR Dana Nagoya berkolaborasi dengan PWVDB (Persatuan Wanita Vihara Dharma Bakti) dan Toko Surya (Toko Sembako) sebagai koordinator di lapangan.
Tidak sekadar hadir sebagai lembaga keuangan, BPR Dana Nagoya mempertegas perannya sebagai bagian dari komunitas yang ingin tumbuh dan maju bersama masyarakat.
Acara dimulai dengan iring-iringan Bapak-Bapak becak yang tergabung dalam Persatuan Becak Belakangpadang. Iringan ini menjadi simbol kolaborasi antara sektor keuangan dan masyarakat pekerja harian, memperlihatkan suasana yang akrab dan penuh semangat gotong royong.
Direktur Utama BPR Dana Nagoya, Merry, membuka kegiatan ini secara langsung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberadaan BPR tidak hanya untuk melayani urusan finansial, tetapi juga hadir untuk memberikan manfaat sosial secara nyata kepada masyarakat.
”Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran kami bukan hanya soal perbankan, tapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap komunitas yang selama ini mendukung eksistensi kami,” ujar Merry.
Acara semakin meriah dengan penampilan dari Persatuan Wanita Vihara Dharma Bhakti Belakangpadang. Mereka mengajak masyarakat untuk senam bersama, menciptakan suasana yang cair, hangat, dan menghibur.
Selain aksi sosial, BPR Dana Nagoya juga memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan bertema ”Save Smart, Live Better”, yang mengajak warga untuk memahami pentingnya menabung, mempersiapkan dana darurat, dan merencanakan keuangan secara bijak demi masa depan yang lebih sejahtera.
Tim BPR Dana Nagoya juga memperkenalkan produk-produk perbankan yang mereka miliki. Produk-produk tersebut dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat menengah ke bawah, sesuai dengan misi inklusi keuangan yang terus digaungkan.
Sesi literasi keuangan ini di sambut antusias oleh para peserta, terutama dari kalangan pengayuh becak. Bahkan, BPR Dana Nagoya mengadakan kuis interaktif seputar materi yang telah disampaikan, dan dijawab dengan semangat oleh para peserta dari Persatuan Becak Belakangpadang.
Sebagai wujud apresiasi, BPR Dana Nagoya memberikan penghargaan (best award) kepada tiga kategori istimewa. Yakni pengayuh becak terajin, pengayuh becak dengan kostum paling kreatif, dan pengayuh becak paling senior.
Tak hanya itu, BPR Dana Nagoya juga menyalurkan bantuan nyata berupa 82 paket sembako kepada para pengayuh becak. Paket ini dilengkapi dengan kaus dan topi sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Kegiatan ini bukan sepenuhnya dibiayai oleh BPR Dana Nagoya.
Menariknya, BPR Dana Nagoya mengajak para nasabah untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi. Donasi yang terkumpul berasal dari berbagai kalangan, mulai dari nominal kecil hingga jutaan rupiah.
Bahkan, Owner BPR Dana Nagoya juga turut serta dalam aksi donasi ini. Semua bantuan yang terkumpul disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
”Partisipasi sekecil apa pun sangat berarti. Karena bagi kami, berbagi bukan tentang seberapa besar yang diberikan, tapi seberapa tulus niat kita untuk peduli,” kata Merry, menutup sesi edukasi.
Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini harus terus dirawat dan didorong, terlebih di masa-masa penuh tantangan seperti sekarang.
BPR Dana Nagoya percaya keberhasilan sebuah lembaga keuangan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari seberapa besar kontribusinya terhadap lingkungan sosial.
Melalui kegiatan ini, BPR Dana Nagoya berharap hubungan silaturahmi dengan masyarakat Belakangpadang semakin erat, dan Dana Nagoya dapat menjadi mitra terpercaya, baik dalam layanan keuangan maupun dalam gerakan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. (***/adv)
Reporter : Arjuna
Editor : Gustia Benny