Buka konten ini

BATAM (BP) – Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan Dashboard Investasi dan memperkenalkan Duta Investasi Batam 2025 dalam acara di Balairungsari BP Batam, Jumat (18/7). Inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi layanan dan strategi komunikasi untuk menjadikan Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa sejak awal perancangannya, Batam memang difokuskan sebagai kawasan industri dan eksplorasi, serta menjadi penggerak utama ekonomi nasional.
“Sudah lebih dari enam dekade Batam dikembangkan. Sejak 1991, tren statistik menunjukkan kontribusi signifikan Batam terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Namun, menurut Amsakar, capaian tersebut belum sebanding dengan kawasan bebas serupa di negara lain. Oleh karena itu, ia mendorong kerja kolektif untuk meningkatkan daya saing Batam secara signifikan di kancah global.
“Kita harus bersatu membangun energi kolektif, aktif mengomunikasikan kebijakan baru, menyederhanakan regulasi, dan mempromosikan potensi strategis Batam,” tegasnya.
Peluncuran Dashboard Investasi juga menjadi respons konkret BP Batam terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam empat bulan menjabat, Amsakar mengaku telah dua kali dipanggil lang-sung oleh Presiden—sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pemerintah pusat kini memberikan perhatian khusus kepada Batam, di antaranya melalui dua regulasi baru: PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025, yang memberikan pelimpahan kewenangan dari 11 kementerian/lembaga kepada BP Batam dalam 16 sektor usaha.
Amsakar menjelaskan, Dashboard Investasi akan menjadi platform digital interaktif yang memudahkan pelaku usaha, masyarakat, dan pengguna data untuk mengakses informasi ekonomi dan investasi secara real-time, serta me-nyampaikan keluhan atau masukan kepada BP Batam.
“Kita tidak ingin hanya terlihat hebat di data, tapi juga harus menyelesaikan persoalan di lapangan. Ini menjadi sarana komunikasi dua arah,” ucapnya.
Ia juga memaparkan capaian investasi Batam dalam empat tahun terakhir yang telah mencapai Rp121 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 27,12 persen. Dalam lima tahun ke depan, investasi ditargetkan mencapai Rp304,9 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 12,71 persen per tahun.
Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Batam menunjukkan tren positif. Setelah mengalami kontraksi pada 2020 akibat pandemi, ekonomi kembali tumbuh 4,75 persen pada 2021, meningkat menjadi 6,84 persen pada 2022, dan mencapai 7,04 persen pada 2023. Sementara itu, neraca perdagangan Batam mencatatkan surplus sebesar 6,82 miliar dolar AS (USD)dari 2020 hingga 2024.
Terkait implementasi PP 25/2025, BP Batam tengah menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) serta Peraturan Kepala BP Batam guna mendukung pelaksanaannya. Amsakar menyebut, semangat kerja di internal BP Batam saat ini sangat tinggi.
“Saya lihat sekarang semua sudah ‘terjangkit’ semangat workaholic, sama seperti kepala dan wakil kepala BP Batam,” ujarnya.
Amsakar menutup sambutannya dengan penuh optimisme. Ia menyebut bahwa Batam harus memberi kontribusi lebih besar dalam pencapaian target pertumbuhan nasional sebesar 8 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Mene-ngah Nasional (RPJMN).
“Batam harus menyumbang hingga 9,5 persen atau lebih, dan bisa menyerap lebih dari dua juta tenaga kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa kemajuan Batam hanya dapat tercapai jika pemerintah dan dunia usaha berjalan beriringan.
“Hari ini, lewat peluncuran Dashboard dan Duta Investasi, kami menjawab kepercayaan itu dengan langkah nyata,” katanya.
Ia menambahkan bahwa transformasi layanan investasi Batam akan terus dikembangkan dengan belajar dari praktik terbaik negara lain, dan akan diterapkan secara bertahap melalui penyempurnaan sistem layanan di internal BP Batam. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RYAN AGUNG