Buka konten ini

ISLAMABAD (BP) – Hujan deras yang mengguyur Pakistan selama 24 jam terakhir menambah panjang daftar korban jiwa akibat musim monsun. Dilansir dari channelnewsasia.com, sedikitnya 54 orang tewas hanya dalam sehari, menjadikan total korban sejak akhir Juni lalu mencapai sekitar 180 orang.
Provinsi Punjab menjadi wilayah paling terdampak. Sejak Rabu (16/7) pagi, hujan turun nyaris tanpa henti. Banjir melanda kawasan permukiman, merobohkan sejumlah bangunan, dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi warga dari desa-desa yang terendam di sepanjang sungai di wilayah selatan Punjab. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet sejak Kamis pagi. Hingga sore hari, permukaan air mulai berangsur surut.
“Anak-anak berteriak minta tolong. Perempuan berdiri di atas atap rumah sambil melambaikan syal, memohon untuk diselamatkan,” ujar Tariq Mehboob Bhatti, seorang petani dari Desa Ladian.
Pemerintah juga mengeluarkan peringatan bagi warga yang tinggal di dekat Sungai Nullah Lai, yang membelah Kota Rawalpindi, agar segera mengungsi. Ketinggian muka air meningkat drastis dan dikhawatirkan meluap sewaktu-waktu.
“Tim penyelamat tetap siaga untuk evakuasi susulan,” kata juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan (NDMA), Kamis (17/7).
NDMA juga mengimbau warga di area rawan bencana untuk menyiapkan perlengkapan darurat berisi makanan, air bersih, dan obat-obatan penting, cukup untuk tiga hingga lima hari ke depan.
Pemerintah Kota Rawalpindi menetapkan Kamis sebagai hari libur umum guna mencegah masyarakat beraktivitas di luar rumah.
Sementara itu, Departemen Meteorologi Nasional memprediksi hujan deras masih akan berlanjut hingga Jumat. (***)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MUHAMMAD TAHANG