Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 15.886 pencari kerja (pencaker) terdaftar sepanjang Januari hingga Juni 2025. Dari jumlah tersebut, 8.162 merupakan laki-laki dan 7.724 perempuan. Bulan Mei tercatat sebagai periode dengan jumlah pencaker terbanyak, yakni 4.231 orang, sementara Maret menjadi bulan terendah dengan 1.540 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, menyampaikan bahwa sepanjang semester pertama tahun ini terdapat 9.013 lowongan kerja yang tersedia, terdiri atas 4.148 posisi untuk laki-laki dan 4.565 untuk perempuan.
”Dari jumlah itu, sebanyak 7.123 pencaker telah berhasil ditempatkan di berbagai sektor, baik formal maupun informal. Ini menunjukkan angka penempatan yang cukup tinggi,” ujar Nurul, Rabu (16/7).
Ia menjelaskan, tingginya angka penempatan kerja tak lepas dari peran aplikasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Simnaker) yang kini menjadi sarana digital andalan bagi pencari kerja dan perusahaan di Batam. Sejak peluncurannya pada Maret 2024 hingga Juni 2025, aplikasi ini telah digunakan oleh 13.637 pencaker.
“Simnaker memberikan akses informasi yang cepat dan akurat, baik bagi perusahaan maupun pencari kerja.
Efektivitasnya terlihat dari lonjakan jumlah pengguna dalam beberapa bulan terakhir,” katanya.
Disnaker juga mencatat peningkatan jumlah perusahaan yang aktif menggunakan Simnaker, dari 242 perusahaan pada Februari menjadi 274 perusahaan pada Juni 2025. Menurut Nurul, peningkatan ini merupakan hasil dari gencarnya sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan oleh pihaknya.
Secara keseluruhan, sepanjang triwulan II 2025, dari total 9.210 lowongan kerja yang masuk ke sistem, sebanyak 7.119 orang telah berhasil ditempatkan. Tingkat penempatan kerja mencapai 77,3 persen, mayoritas melalui platform Simnaker.
“Ini menunjukkan bahwa sistem Simnaker berjalan efektif dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan pencari kerja,” ujar Nurul.
Untuk sisa tahun ini, Disnaker Batam menargetkan 18 ribu penempatan kerja dan 20 ribu lowongan kerja yang masuk ke dalam sistem. Penguatan layanan digital dan literasi kerja akan menjadi fokus utama ke depan.
“Kami ingin layanan penempatan kerja menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui Simnaker, prosesnya menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien,” tutupnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK