Buka konten ini

BINTAN (BP) – Rombongan Kedutaan Besar (Kedubes) Korea Selatan (Korsel) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan, Senin (14/7), dalam rangka menjajaki peluang investasi di wilayah perbatasan tersebut.
Kedatangan delegasi Korsel disambut langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bintan, Indra Hidayat. Ia menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap menjadi awal kerja sama strategis antara Bintan dan Korea Selatan di bidang ekonomi.
“Semoga ini menjadi langkah awal dalam mempererat hubungan kerja sama, khususnya di sektor investasi,” ujar Indra.
Dalam paparannya, Indra menjelaskan, bahwa Bintan memiliki empat sektor unggulan yang sangat potensial untuk dikembangkan, yaitu pariwisata, industri, perikanan, dan pertanian. Selain itu, Bintan juga memiliki kawasan Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang memberikan berbagai insentif untuk investor.
Sementara itu, perwakilan Kedubes Korsel, Suk Hwan Yang, yang menjabat sebagai Customs Attache, menyatakan bahwa kunjungan ke Bintan bertujuan untuk mendapatkan informasi langsung dan akurat mengenai potensi investasi yang tersedia.
Menurutnya, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan selama ini masih terlalu terpusat di Pulau Jawa.
Karena itu, pihaknya kini ingin menjelajah peluang di luar Jawa, termasuk Bintan yang dinilai memiliki posisi strategis dan potensi besar.
“Kami ingin menjajaki peluang investasi yang lebih merata di Indonesia. Bintan memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan,” ujar Suk Hwan Yang.
Ia juga memaparkan sejumlah sektor yang menjadi fokus investasi Korea Selatan, antara lain industri elektronik, teknologi informasi, otomotif, baja, serta infrastruktur.
Untuk sektor infrastruktur, pihaknya tertarik pada pembangunan infrastruktur perdagangan, logistik, hingga ritel.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pintu pembuka kerja sama ekonomi jangka panjang antara Bintan dan Korea Selatan, serta mampu mendorong pertumbuhan investasi asing di wilayah perbatasan tersebut. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO