Buka konten ini

LINGGA (BP) – Hingga pertengahan tahun 2025, sebanyak tujuh jabatan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Untuk mengisi kekosongan tersebut secara definitif, Pemkab berencana menggelar seleksi terbuka (open bidding) dalam waktu dekat.
Ketujuh posisi yang masih diisi oleh pejabat Plt tersebut meliputi jabatan strategis, yakni Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Menariknya, sejumlah pejabat yang kini ditunjuk sebagai Plt diketahui merangkap jabatan definitif lainnya. Ada yang menjabat sebagai camat, sekretaris dinas, bahkan kepala dinas di instansi berbeda.
Kepala BKPSDM Lingga, Said Ibrahim, yang juga berstatus Plt, membenarkan bahwa Pemkab Lingga tengah mempersiapkan proses lelang jabatan untuk mengisi kekosongan tersebut secara permanen.
“Rencana open bidding akan dilaksanakan tahun ini. Target kami, sebelum akhir 2025 seluruh jabatan kepala dinas yang masih dijabat Plt sudah terisi secara definitif,” ujar Said, Senin (14/7).
Ia menjelaskan, seleksi terbuka tersebut akan dibuka bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan golongan IV-A dan IV-B, sesuai regulasi kepegawaian yang berlaku. Tujuannya, agar posisi pimpinan perangkat daerah diisi oleh figur-figur yang profesional dan memenuhi kualifikasi.
Dengan diisinya jabatan tersebut secara permanen, Pemkab berharap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) bisa lebih maksimal, baik dalam perencanaan, pelaksanaan program, maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin roda pemerintahan bergerak lebih optimal. Kalau jabatan kepala dinas sudah definitif, maka arah kebijakan juga lebih jelas dan cepat dieksekusi,” tambahnya.
Said menegaskan, proses seleksi terbuka ini akan digelar secara transparan dan profesional, demi menghasilkan pemimpin birokrasi yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : GALIH ADI SAPUTRO