Buka konten ini
BINTAN (BP) – Penyeberangan dari Tanjunguban ke Telagapunggur, Batam, mengalami pengurangan jadwal akibat dua kapal roll-on/roll-off (RoRo) yang biasa melayani lintasan tersebut tengah menjalani perawatan rutin (docking).
Biasanya, layanan penyeberangan berlangsung 11 trip per hari. Namun, sejak dua kapal masuk docking, hanya tujuh trip yang bisa dijalankan.
Ali, salah seorang calon penumpang, mengaku batal menyeberang ke Batam, Minggu (13/7), karena jadwal kapal yang diincarnya tidak tersedia. Ia sebenarnya berniat menyeberang menggunakan kapal pada jadwal kedua sekitar pukul 08.20 WIB.
“Jadwal pertama terlalu pagi, sekitar pukul 07.10 WIB. Makanya saya ambil jadwal kedua, tapi ternyata kosong,” keluhnya.
Ali pun mengurungkan niatnya menyeberang karena kapal berikutnya baru tersedia pukul 09.30 WIB dan belum tentu tepat waktu. “Kalau berangkatnya molor, bisa-bisa sampai Batam sudah siang,” tambahnya.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha menjelaskan, dua kapal yang tengah menjalani docking adalah KMP Mulia Nusantara dan KMP Niaga Ferry, keduanya milik PT Jembatan Nusantara (JN).
“Kapal itu sudah lebih dari sebulan tidak beroperasi karena perawatan rutin,” kata Sukma, ditemui di Pelabuhan Tanjunguban.
Saat ini, hanya dua kapal yang melayani rute Tanjunguban–Telagapunggur secara reguler, yakni KMP Tanjungburang dan KMP Barau. Untuk mengatasi kekurangan armada, KMP Sembilang turut diperbantukan pada hari yang sama.
“Dengan empat kapal, normalnya kami bisa layani 11 trip. Sekarang hanya tujuh trip, dan trip terakhir sekitar pukul 18.50 WIB,” jelasnya. Meski begitu, menurut Sukma, saat ini masih tersedia sisa kuota penyeberangan. Namun, lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada sore hari.
“Kemungkinan sore akan lebih padat,” katanya mengingatkan. Ia juga mengimbau calon pengguna jasa agar membeli tiket jauh-jauh hari melalui sistem online yang sudah diberlakukan.
“Jangan baru cari tiket di hari keberangkatan. Bisa-bisa tiket sudah habis dan gagal menyeberang,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO