Buka konten ini
Gregoria Mariska Tunjung siap untuk comeback pada ajang Japan Open (15-20 Juli). Sebelumnya, Jorji -sapaan akrabnya- mengalami vertigo hingga absen dalam beberapa event. Terakhir dia tampil di Badminton Asia Championships pada April 2025.
Jorji mengaku sudah menjalani latihan penuh dengan normal. Dia merasa sudah membaik dan tidak ada kambuhan vertigo. Sebelumnya, dia mengaku penyesuaian agak lama.
”Pasti di awal-awal karena sempat enggak latihan lama, pastinya fisiknya diutamakan dulu. Jadi setelah fisiknya mulai balik, baru yang lain,” ujarnya saat diwawancarai di Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta, Kamis (10/7).
Pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu menuturkan, karena tiga bulan tak tanding, pastinya bikin banyak penyesuaian. ”Jadi pastinya semoga aku berharap banget waktu di sana, maksudnya aku ingin memberikan yang terbaik dari awal tanding,” tuturnya.
Karena vertigo, Jorji sebelumnya jarang main handphone dan televisi. Untuk menghindari tahapan langsung, dia harus merem terlebih dulu. ”Kayak gampang banget pusing. Jadi trigernya karena motion di TV bisa kayak beda-beda dan tak terduga gitu kan,” ucapnya.
Oleh sebab itu, dia tidak update dengan ranking BWF, bahkan dengan rankingnya sendiri.
”Aku nonton sempat Sudirman semifinal Indonesia main. Tapi sisa-sisanya kayak sekelibat. Final mesti nonton. Kalau gak lihat di medsos, aku tak tahu,” sebutnya.
Jorji memang sangat berharap tidak lagi kambuh vertigonya karena begitu menyiksa. ”Bahkan orang normal saja pasti merasa kesusahan. Apalagi seperti aku sebagai atlet, kayak banyak banget batasannya untuk aku melakukan satu dan dua hal,” terangnya.
Jorji menambahkan, berdasar keterangan dokter, sampai sekarang diagnosanya itu di grand vestibular yang trigernya bisa dari banyak hal. ”Kemarin itu sempat triger parahnya dari asam lambungku yang sudah naik. Bisa juga dari pendengaran, telinga,” ujarnya.
Namun, dari dokter PBSI sempat disarankan untuk mencoba akupuntur yang sejauh ini diakuinya sangat membantu. ”Dan aku lumayan rutin untuk akupunturnya,” tuturnya.
Jelang tanding, Jorji menyebutkan perasaannya campur aduk. Mulai dari grogi, antusias, dan juga tak sabar untuk bisa kembali tanding di lapangan. ”Dan bersyukur banget bisa sehat. Karena waktu sakit itu justru yang dikangenin ingin sehat dulu. Sekarang udah ada di titik ini, sudah recovery dibantu sama pelatih dan lain-lain juga,” ujarnya.
Karenanya, Jorji ingin di dua turnamen terdekat, Japan Open dan China Open (22-27 Juli) bisa menjadi penyesuaian yang bagus sebelum tampil di Kejuaraan Dunia (25-31 Agustus). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI