Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Di tengah era akal imitasi (AI) yang makin melesat, pemerintah melihat Indonesia punya potensi untuk mengembangkan kawasan stra-tegis yang khusus mewadahi sektor tersebut. Batam, dinilai sebagai salah satu lokasi yang tepat untuk menjadi pusat pembangunan AI di Indonesia.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, menyebutkan Batam telah memiliki 19 kawasan industri yang berkembang pesat. Beberapa perusahaan di dalamnya telah terlibat dalam pengembangan teknologi elektronika, yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan AI.
“Kami sudah meninjau langsung kesiapan kawasan industri dan melihat sejumlah perusahaan yang telah masuk dalam rantai pasok teknologi global, termasuk rencana pembangunan pabrik mitra Apple yang akan memproduksi AirTag,” ujar Faisol di Jakarta, Jumat (12/7).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menambahkan, Batam sudah lama menjadi pemain kunci di sektor perangkat telekomunikasi dan jasa digital. Posisi geografis dan infrastruktur kawasan itu menjadikannya kandidat ideal sebagai pusat unggulan AI nasional.
“Batam bisa menjadi flagship bangsa dalam produksi perangkat dan jasa telekomunikasi. Maka, pengembangan infrastruktur industri AI di sini menjadi langkah strategis,” katanya.
Direktur IT Digital PT Telkom Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menyebutkan, penguatan sektor manufaktur sebagai industri vertikal juga krusial dalam mendorong pengembangan AI di Batam. Dia mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, namun juga menekankan bahwa potensi positif dari industri AI harus terus dimaksimalkan.
Mengutip analisis dari lembaga konsultan Kearney, pemanfaatan AI di Indonesia diperkirakan akan menyumbang hingga 12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2030, atau setara dengan 366 miliar dolar AS (USD). Angka tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.
”Meskipun demikian, realisasi potensi tersebut membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta regulasi yang mampu menciptakan ekosistem AI nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG