Buka konten ini
BANYUWANGI (BP) – Operasi pencarian korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali yang memasuki tahap kedua seharusnya berakhir pada Kamis (11/7). Namun, karena masih ada penumpang yang belum ditemukan, Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan memperpanjang masa pencarian selama tiga hari hingga Senin (14/7).
“Karena masih terus ditemukan korban, maka pencarian kami perpanjang selama tiga hari ke depan,” ungkap Deputi Operasi Basarnas, Laksamana Muda (Purn) Ribut Eko Suyatno, kemarin.
Basarnas menargetkan agar seluruh korban dapat ditemukan sesuai data manifes penumpang yang berjumlah 65 orang. Hingga saat ini, sebanyak 47 orang telah ditemukan—baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia. Sisanya, sebanyak 18 penumpang, masih dalam proses pencarian.
Sementara itu, lokasi tenggelamnya KMP Tunu telah berhasil diidentifikasi. Kapal tersebut ditemukan berada di dasar laut dalam posisi miring ke kiri. Tim dari KRI dan satuan operasi bawah laut kini tengah menyusun gambaran visual rinci menggunakan perangkat canggih.
“Besok (hari ini), kami akan melanjutkan pengambilan gambar menggunakan ROV yang lebih mutakhir,” ujar Danguspurla Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono.
Penemuan Korban Terbaru
Di sisi lain, pada Kamis pagi (11/7), satu jenazah yang diduga korban kapal KMP Tunu ditemukan mengapung di wilayah perairan Blimbingsari sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah tersebut telah dievakuasi ke Dermaga Marina Boom untuk identifikasi.
“Masih dalam tahap identifikasi oleh tim DVI, kami belum bisa memastikan identitas korban,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rama Samtama Putra.
Dengan penemuan terbaru ini, jumlah korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan menjadi 16 orang. Salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Fauzey Bin Awang, warga negara Malaysia asal Terengganu. Identifikasi dilakukan berdasarkan data primer dan sekunder dari tim forensik. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO