Buka konten ini
EAST RUTHERFORD (BP) – Paris Saint-Germain (PSG) dan Chelsea sama-sama jawara ajang antarklub Eropa pada musim ini. PSG memenangi Liga Champions, sedangkan Chelsea kampiun Liga Konferensi Europa. Dua klub itu pula yang berhasil mengisi slot final Piala Dunia Antarklub 2025.
Kamis (10/7), PSG lolos ke partai puncak PD Antarklub dengan menghancurkan Real Madrid empat gol tanpa balas di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey. Sehari sebe-lumnya (9/7), Chelsea lebih dulu lolos setelah menyingkirkan Fluminense 2-1 di venue yang sama.
Alhasil, final yang kembali dimainkan di MetLife Stadium pada Senin dini hari nanti (14/7) selayaknya disebut sebagai “Super Cup” atau Piala Super Eropa. Dalam arti normal, Piala Super Eropa mempertemukan juara Liga Champions versus juara Liga Europa. Untuk tahun ini, PSG kontra Tottenham Hotspur di Stadio Friuli, Udine, pada 14 Agustus mendatang.
Gelandang PSG Vitinha meyakini klubnya bisa menuntaskan PD Antarklub sebagai juara untuk kali pertama. Sama seperti saat memenangi final Liga Champions untuk kali pertama pada 1 Juni lalu. Gelar PD Antarklub sekaligus melengkapi musim sapu bersih Les Parisiens, julukan PSG, setelah juga berjaya di ajang domestik. Juara Ligue 1, Coupe de France, dan Trophee des Champions.
“Kami menjalani musim yang bersejarah dan akan menjadi musim yang lebih bersejarah lagi (dengan memenangi PD Antarklub, red),” ucap gelandang jangkar berkebangsaan Portugal itu kepada surat kabar Le Parisien.
Kemenangan terbesar atas Los Merengues -julukan Real- yang notabene klub tersukses Liga Champions (15 gelar), diakui Vitinha, menaikkan moral Marquinhos dkk. “Akan sulit bagi klub untuk mengulang performa ini di masa depan. Karena itu, kami akan memberikan segalanya dalam final nanti,” sambung Vitinha.
Sosok entraineur Luis Enrique kembali disebut sebagai kunci utama atas sukses PSG musim ini. Bukan hanya berhasil mengimplementasikan taktik yang klop dengan Marquinhos dkk. Pengalaman Lucho -sapaan akrabnya- yang pernah membawa FC Barcelona memenangi banyak gelar dalam semusim turut berpengaruh.
Pandit sekaligus mantan gelandang timnas Inggris dan Liverpool FC Steven Gerrard mengakui bahwa dia tidak seperti menyaksikan PSG yang bermain melawan Real, kemarin. “Aku seperti melihat Barca (FC Barcelona) yang bermain. Enrique berhasil membawa gaya itu ke PSG. Aku tidak sabar menontonnya lagi di final,” tutur mantan pelatih Aston Villa, Rangers, dan Al-Ettifaq Club tersebut kepada Canal Supporters. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG