Buka konten ini
LINGGA (BP) – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi bertajuk Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, penggunaan QRIS, serta perlindungan konsumen kepada masyarakat di Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.
Kegiatan ini merupakan kunjungan yang kedua kalinya oleh BI ke wilayah Singkep Barat, setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2024 yang mencakup empat kecamatan. Tahun ini, sosialisasi hanya difokuskan untuk dua kecamatan saja, yaitu di Singkep Barat sebagai salah satunya.
Perwakilan Bank Indonesia, Herbert Manurung, menjelaskan, bahwa edukasi ini sangat penting agar masyarakat lebih paham dengan ciri-ciri keaslian uang Rupiah serta mendorong transaksi digital yang aman dan efisien melalui QRIS.
“Kami ingin masyarakat mengenal dan mencintai rupiah, memahami penggunaannya dengan baik. Edukasi ini juga bagian dari upaya mencegah terjadinya tindak pidana pencucian uang di tingkat masyarakat bawah,” kata Herbert, Kamis (10/7).
Sementara itu, Camat Singkep Barat, Febrizal Taufik, menyambut baik kehadiran Bank Indonesia di wilayahnya. Febrizal menilai kegiatan ini dapat mengurangi keresahan masyarakat terhadap isu uang palsu yang sempat mencuat di Lingga.
“Beberapa waktu lalu, masyarakat sempat khawatir soal dugaan uang palsu. Tapi setelah dicek ternyata uang tersebut asli. Nah, dengan sosialisasi ini, masyarakat kita tidak lagi hanya mengenal uang merah dan uang biru tapi juga tahu ciri-ciri keasliannya,” jelas Febrizal.
Ia juga mengimbau kepada para kepala desa (kades) yang hadir untuk turut menyampaikan informasi ini kepada warganya.
“Kades adalah figur publik di desa, harapan kami agar informasi ini diteruskan ke masyarakat. Kalau ada kendala, sampaikan agar bisa kita bantu carikan solusi,” pungkasnya.
Sosialisasi ini juga membahas manfaat dan keamanan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital yang kini semakin luas digunakan, khususnya di daerah terpencil.
Dengan kegiatan ini, Bank Indonesia berharap tercipta masyarakat yang tidak hanya mengenal rupiah sebagai alat tukar, tetapi juga bangga dan paham cara menjaga serta menggunakannya secara bijak di era digital. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : GALIH ADI SAPUTRO