Buka konten ini
BATAM (BP) – Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau menangkap sejumlah pelaku yang diduga merupakan komplotan perompak laut (lanun) yang kerap beraksi di perairan Kepri. Penangkapan dilakukan dalam operasi khusus, Rabu pagi (9/7).
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, Kompol Syaiful Badawi, membenarkan adanya penangkapan terhadap kelompok yang selama ini meresahkan nelayan dan pelaut.
”Sudah kami amankan beberapa pelaku beserta barang bukti berupa kapal speed boat,” ujar Kompol Syaiful, Rabu pagi.
Ia mengatakan, kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Penyidik masih mendalami keterangan para tersangka untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas.
Saat disinggung mengenai lokasi penangkapan, jumlah pelaku yang ditangkap, serta asal kelompok tersebut, Syaiful belum bersedia membeberkan secara rinci.
“Nanti kami informasikan, masih dalam pengembangan,” ujarnya.
Sejumlah warga di sekitar lokasi penangkapan menyaksikan langsung proses tersebut. Robby, seorang penambang pancung di Belakangpadang, mengatakan melihat petugas membawa beberapa orang dari sebuah boat kecil bermesin tempel.
“Sekitar pukul enam pagi tadi, ada tiga atau empat orang yang dibawa. Boat-nya kelihatannya bukan dari Sekupang atau Belakangpadang. Mereka langsung dibawa ke kapal Polairud. Kapalnya bermesin 15 PK, sepertinya ada dua mesin,” ujar Robby saat ditemui di pelantar.
Ia menambahkan, tangan para pelaku tampak terikat menggunakan cable ties saat digiring ke kapal Ditpolairud.
“Langsung dibawa petugas. Enggak lama kemudian, kapal berangkat. Yang jelas mereka bukan orang sini (Belakangpadang atau Sekupang), karena kalau orang sini, pasti saya kenal,” tambahnya.
Penambang lain yang berada di pelantar menduga kapal yang digunakan para pelaku berasal dari wilayah Bengkong.
“Kalau lihat dari bentuk kapalnya, sepertinya itu boat dari arah Bengkong. Bukan boat dari kawasan sini,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun Batam Pos menyebutkan, kawanan ini diduga merupakan kelompok spesialis perompakan kapal dan kerap menyasar kapal niaga maupun kapal penumpang di perairan perbatasan. Mereka juga disebut-sebut terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba lintas negara.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan satu unit speed boat yang digunakan kelompok ini dalam menjalankan aksinya. Selain senjata tajam, petugas juga menemukan senjata api jenis pistol di kapal tersebut.
Kasipenmas Bidhumas Polda Kepri, AKP Tigor Manatar, membenarkan adanya penangkapan itu. Namun, pihak kepolisian belum bersedia memberikan rincian lebih lanjut karena kasusnya masih dalam tahap pengembangan.
“Masih dalam proses pengembangan, jadi belum bisa disampaikan secara leng-kap,” ujar Tigor, Rabu (9/7).
Termasuk lokasi penangkapan speed boat tersebut, Tigor belum bersedia mengungkapkannya. Ia memastikan, jika proses penyelidikan telah rampung dan informasi dianggap cukup, Polda Kepri akan segera memberikan keterangan resmi kepada publik.
“Nanti kalau sudah lengkap, akan kami rilis,” katanya.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami identitas serta jaringan para pelaku. Dugaan sementara, kelompok ini bukan pemain baru dan telah beberapa kali melancarkan aksinya di jalur pelayaran padat, baik terhadap kapal barang maupun kapal nelayan. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra – Yashinta
Editor : RYAN AGUNG