Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mulai memperketat pemantauan terhadap potensi merebaknya penyakit flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) di wilayah Batam. Langkah ini dilakukan menyusul temuan kasus di beberapa daerah di Indonesia.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada laporan penambahan kasus di Batam. Namun, dua kasus rawat jalan sempat terdeteksi pada Maret lalu.
“Sejauh ini belum ada tambahan. Kami berharap tidak ada lagi kasus atau sampai mewabah,” ujar Didi, Selasa (8/7).
HFMD merupakan penyakit menular akibat virus enterovirus, seperti Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71. Penyakit ini paling rentan menyerang anak-anak, khususnya balita dan siswa sekolah dasar. Gejalanya meliputi demam ringan, luka di mulut, serta ruam atau bintik merah di telapak tangan dan kaki.
Dinkes telah mengimbau sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan agar memperketat kewaspadaan. Sekolah diminta memperhatikan kesehatan siswa dan menerapkan langkah pencegahan seperti mencuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain mencuci tangan minimal 20 detik, menerapkan etika batuk dan bersin, mendesinfeksi mainan atau permukaan benda di sekolah, serta menghindari pemakaian barang pribadi secara bersama. Anak yang menunjukkan gejala sakit diminta dirumahkan sementara hingga sembuh.
Didi juga menegaskan pentingnya penanganan dini jika muncul gejala berat.
“Kalau anak demam, muncul sariawan, ruam di tangan dan kaki, dan tidak mau makan, segera bawa ke fasilitas kesehatan,” katanya.
Gejala awal HFMD biasanya muncul 3 hingga 6 hari setelah terpapar virus, berupa demam ringan, sakit tenggorokan, lemas, dan nafsu makan menurun. Setelah itu, bisa muncul luka di mulut, serta ruam atau lepuh di tangan, kaki, bokong, dan kadang lutut.
Meski umumnya ringan dan dapat sembuh sendiri dalam 7 hingga 10 hari, HFMD perlu diwaspadai karena sangat mudah menular, terutama di lingkungan anak-anak. “Jangan sepelekan. Penularan penyakit ini sangat cepat, karena itu harus ada respons cepat dari sekolah dan orang tua,” ujar Didi.
Dinkes Batam akan terus memantau perkembangan situasi serta bekerja sama dengan sekolah dan fasilitas kesehatan. Jika ditemukan kasus positif HFMD, akan segera dilakukan isolasi dan penanganan medis guna mencegah penyebaran yang lebih luas. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK