Buka konten ini
LINGGA (BP) – Senin (7/7)sore itu, matahari Kudus menyengat Lapangan Supersoccer Arena, namun semangat Nurmalisa justru tengah membara. Penyerang bernomor punggung 9 dari Tim Sepak Bola Putri Sumatra Utara ini tampil mencolok dalam laga Hydroplus Piala Pertiwi U-16 All Stars 2025 melawan tim tangguh asal Surabaya.
Dengan kepercayaan diri penuh, Nurmalisa menunjukkan kualitas permainan kelas atas. Ia menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Surabaya. Tiga gol ia sumbangkan untuk kemenangan telak Sumut, 7-0.
Gol pertamanya lahir pada menit ke-14. Berlari dari tengah lapangan, ia menggiring bola sendirian melewati beberapa pemain bertahan lawan. Dengan kaki kanan, ia melepaskan tembakan terarah dari dalam kotak penalti. Bola meluncur mulus ke gawang—gol pembuka yang mengundang sorak pendukung.
Empat menit berselang, remaja asal Kampung Kalan, Desa Duara, Kecamatan Lingga Utara, itu kembali beraksi. Kali ini ia menerima umpan terobosan dari rekannya bernomor punggung 11. Dengan ketenangan khas striker matang, ia mengecoh penjaga gawang Surabaya dan mencetak gol kedua.
Pesta golnya belum selesai. Di babak kedua, pada menit ke-55, Nurmalisa melompat tinggi menyambut umpan silang dari sisi kanan yang dilepaskan pemain bernomor punggung 2. Sundulannya tak terbendung, bola kembali bersarang di gawang Surabaya. Tiga gol dalam satu laga—hat-trick yang membuat namanya dielu-elukan dari pinggir lapangan.
Tak hanya Nurmalisa, laga ini juga menjadi panggung bagi Herisusanti, pesepak bola asal Lingga lainnya. Pemain bernomor punggung 7 itu turun di babak kedua, tepatnya menit ke-40, sebagai winger kanan.
“Nurmalisa bermain penuh 90 menit, sementara Herisusanti masuk di babak kedua. Keduanya menunjukkan potensi luar biasa,” ujar Coach Jajun Saputra, pelatih asal Kabupaten Lingga yang mendampingi keduanya dalam turnamen ini.
Keberhasilan Nurmalisa menjadi top skor sementara membuktikan bahwa bakat sepak bola dari pelosok Kepri mampu bersaing di tingkat nasional. Dari kampung kecil di Lingga, Nurmalisa melangkah mantap, menorehkan jejak di lapangan besar. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : GALIH ADI SAPUTRO