Buka konten ini
LINGGA (BP) – Langit siang di Lingga, Selasa (8/7), menjadi saksi pertemuan penting di ruang VIP Kantor Bupati Lingga. Di sana, Bupati Muhammad Nizar menandatangani surat rekomendasi pembentukan tujuh program studi baru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.
Tujuh prodi itu meliputi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani, Penulisan Kreatif, Budaya Bahari, Pendidikan Fisika, Sejarah, dan Sastra Melayu. Semuanya dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman, sekaligus mendekatkan pendidikan tinggi kepada nilai-nilai lokal.
Dekan FKIP UMRAH, Ahada Wahyusari, yang hadir langsung dalam pertemuan itu, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat yang diberikan Pemkab Lingga. Ia menilai dukungan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“Mahasiswa asal Lingga yang kuliah di UMRAH jumlahnya cukup signifikan. Kami punya komitmen yang sama dengan Pak Bupati untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berakar pada kearifan lokal,” ujar Ahada.
FKIP UMRAH, menurut Ahada, juga siap berkontribusi lebih jauh, tak hanya dalam pengajaran tetapi juga melalui hasil penelitian, terutama yang berbasis kearifan lokal, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lingga.
“Tentu kami ingin ikut mempercepat kemajuan sektor pendidikan di sini,” katanya.
Bupati Nizar menegaskan komitmennya mendukung segala bentuk upaya peningkatan mutu pendidikan, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau. Baginya, pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah.
“Kami harus cepat tanggap. Peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemajuan Lingga,” ujarnya.
Tak hanya mendukung dari sisi kebijakan, Nizar juga menitipkan harapan agar nilai-nilai lokal tak hilang dalam proses pendidikan. Ia ingin muatan kearifan lokal mendapat tempat di ruang-ruang kelas dan menjadi bagian dari identitas akademik kampus.
“Ilmu yang lahir dari muatan lokal harus tumbuh dan berkembang di kampus,” ujarnya.
Ia juga berharap mahasiswa asal Lingga yang menempuh pendidikan di UMRAH kelak menjadi SDM berkualitas yang bisa berkontribusi nyata bagi daerah. Pemkab, lanjutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk memberi ruang kerja yang layak bagi lulusan-lulusan terbaik dari daerah sendiri.
“SDM lokal yang berkualitas adalah syarat utama agar mereka bisa bersaing dan bekerja di perusahaan berskala sedang maupun besar,” tutup Nizar. (*)
Reporter : Vatawari
Editor : GALIH ADI SAPUTRO