Buka konten ini
Anambas (BP) – Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, tampak tekun memperhatikan setiap instruksi yang diberikan. Di hadapan mereka terbentang lembaran kain putih, sejumlah daun tropis, serta panci kukus besar yang mengepul hangat. Selasa (8/7) kemarin, mereka belajar teknik ecoprint—seni mencetak motif alami dari dedaunan dan bunga ke atas kain.
Kegiatan pelatihan ini digagas oleh PKK Kelurahan Tarempa sebagai bagian dari upaya peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Narasumber yang dihadirkan adalah pelaku usaha kreatif lokal yang telah lama bergelut di bidang ecoprint.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta dibekali dengan teori dasar ecoprint, mulai dari pemilihan bahan, teknik penataan daun, proses pewarnaan, hingga pengukusan. Setelah itu, mereka langsung mempraktikkannya.
“Ecoprint ini ramah lingkungan dan hasilnya sangat menarik. Kami harap ibu-ibu bisa mengembangkan ini menjadi produk bernilai jual, seperti syal, tas kain, atau pakaian,” kata Ketua PKK Kelurahan Tarempa, Rauyah.
Menurut Rauyah, hampir semua jenis daun dapat digunakan untuk teknik ecoprint, selama mengandung zat tanin tinggi—senyawa yang berperan dalam proses pewarnaan alami. Beberapa daun yang umum digunakan antara lain daun jambu, kelengkeng, jati, dan cemara.
“Untuk mengetahui kandungan tanin dalam daun, memang perlu eksperimen berkali-kali. Tapi yang tak kalah penting adalah penggunaan bahan pengunci warna, seperti trawas, kapur, dan tanjung,” jelasnya.
Lurah Tarempa, Syamsir, yang turut hadir dalam kegiatan itu, mengapresiasi semangat ibu-ibu PKK yang aktif mencari peluang usaha baru melalui pelatihan kreatif.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Ini bisa jadi langkah awal membangun ekonomi kreatif dari lingkungan paling dasar, keluarga,” ujarnya.
Pelatihan ecoprint ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang menambah keterampilan, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi produk lokal berbasis kekayaan alam. Kain bermotif dedaunan itu bukan sekadar hasil kerajinan tangan, tapi juga simbol semangat pemberdayaan dari pelosok Anambas. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO