Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Batam yang dibangun Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerja sama dengan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea telah mencapai progres 98,64 persen. Proyek senilai USD 54,5 juta itu ditargetkan rampung Oktober 2025.
“Pertemuan continue ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan pengerjaan fisik proyek,” ujar Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, Selasa (8/7).
Proyek ini menjadi bagian penting dari strategi BP Batam dalam pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, guna mendukung transformasi Batam sebagai kota industri modern.
Direktur Badan Usaha SPAM, Iyus Rusmana, mengatakan bahwa beberapa komponen utama proyek telah rampung, seperti pembangunan Waste Water Treatment Plant (WWTP) di Bengkong Sadai dengan kapasitas 20.000 m³/hari.
“Selain itu, lima stasiun pompa sudah selesai dipasang, jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 kilometer hampir rampung, dan lebih dari 8.500 sambungan rumah dari target 11.000 sudah terpasang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan limbah dilakukan secara terintegrasi. Salah satunya melalui penyelesaian fasilitas pengomposan sebagai bagian dari sistem pengelolaan terpadu.
Untuk mendukung keberhasilan proyek, BP Batam bersama mitra Korea juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hingga akhir Juni, penyuluhan telah menjangkau 29 kompleks perumahan. Kegiatan ini dilakukan bersama kontraktor Hansol Paper Co Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co Ltd.
“Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat jangka panjang proyek ini, sekaligus menyerap masukan warga,” kata Ariastuty.
Perwakilan EDCF, Muhammad Zia Mahiyar, menyambut baik progres pembangunan IPAL Batam. Ia menyebut kerja sama lintas pihak menjadi kunci kelancaran proyek hingga rampung. “Walaupun masih ada keluhan dari masyarakat, itu hal lumrah dalam proyek berskala besar. Mudah-mudahan semuanya bisa terselesaikan,” ujarnya.
BP Batam dan EDCF juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik proyek sehari sebelumnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan. BP Batam menegaskan komitmennya menyelesaikan proyek ini tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK